Jadi Proyek Strategis Jokowi, Begini Update Kilang Pertamina

News - Anisatul Umah, CNBC Indonesia
14 December 2020 11:18
Tim Pertamina secara sigap melakukan pemadaman api yang terjadi di area jalur pipa Kilang RU V Balikpapan. Pemadaman dilakukan dalam kurun waktu sekitar 3 jam dengan menggunakan 4 unit pemadam kebakaran dan 1 unit trailer foam.

Pasca kebakaran yang terjadi di salah satu jalur pipa, Kilang Balikpapan tetap beroperasi. Pertamina menjamin suplai BBM dan LPG untuk Terminal BBM di wilayah Kalimantan dan sebagian kawasan Indonesia Timur tetap aman. Kilang Balikpapan berkapasitas produksi  260.000 barrel/hari.** (dok Pertamina)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menetapkan proyek kilang minyak, baik kilang baru (Grass Root Refinery/ GRR) maupun ekspansi (Refinery Development Master Plan/ RDMP) sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional yang tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) No.109 tahun 2020.

Lantas, bagaimana perkembangan dari sejumlah proyek kilang bahan bakar minyak (BBM) yang dibangun PT Pertamina (Persero) tersebut?


Direktur Utama PT Kilang Pertamina Internasional, Refinery and Petrochemical Sub Holding Pertamina, Ignatius Tallulembang mengatakan, proyek kilang minyak Pertamina kini masih berjalan sesuai dengan target meski kini diterpa pandemi Covid-19.

Menurutnya, Pertamina pun akan berusaha mempercepat penyelesaian proyek kilang tersebut.

"Kami berkomitmen untuk dapat melaksanakan langkah-langkah terobosan guna mempercepat penyelesaian proyek," ungkapnya dalam wawancara bersama CNBC Indonesia, Senin (14/12/2020).

Menurut Ignatius, salah satu proyek kilang Pertamina yang kemajuannya paling signifikan adalah RDMP Balikpapan, termasuk di area Lawe-Lawe yang saat ini perkembangan pembangunan fisiknya telah mencapai 24,3% per 3 Desember 2020.

Pertamina Targetkan Proyek Kilang RDMP-GRR Balikpapan Selesai di 2023 (CNBC Indonesia TV)Foto: Pertamina Targetkan Proyek Kilang RDMP-GRR Balikpapan Selesai di 2023 (CNBC Indonesia TV)
Pertamina Targetkan Proyek Kilang RDMP-GRR Balikpapan Selesai di 2023 (CNBC Indonesia TV)

Dia menyebut, beberapa milestone penting yang sudah terselesaikan pada tahun ini adalah Operational Acceptance untuk beberapa peralatan kilang seperti New Acid Flare dan New Jetty Sulfur, lalu Material on Site and Erection Gas Turbine Generator, Material on Site Boiler Package, serta Material on Site Module Heat Recovery Steam Generator (HRSG) yang merupakan komponen penting sebagai penunjang kebutuhan power dan steam di kilang saat RDMP Balikpapan beroperasi.

Lebih lanjut dia mengatakan, sampai dengan akhir tahun ini juga akan ada milestone penting lainnya, di antaranya Mechanical Completion (MC) Workshop and Warehouse, MC Gedung Laboratorium, serta Mechanical Tank Installation RFCC Tank.

"Proyek RDMP Balikpapan fase 1 ini ditargetkan rampung pada 2023, sementara untuk fase 2 ditargetkan selesai pada 2025," ungkapnya.

Jika sudah rampung, lanjutnya, maka kilang Balikpapan akan mampu meningkatkan pengolahan minyak mentah dari sebelumnya 260 ribu barel per hari (bph) menjadi 360 ribu bph.

Proyek kilang RDMP Balikpapan ini menurutnya juga akan meningkatkan kualitas produk BBM menjadi berstandar Euro V. Adapun total BBM yang dihasilkan dari proyek RDMP Balikpapan ini akan meningkat menjadi 300 ribu bph dari saat ini sekitar 150 ribu bph, terdiri dari gasoline (bensin) dari 37 ribu bph menjadi 142 ribu bph dan produk diesel meningkat dari 115 ribu bph menjadi 159 ribu bph.

Proyek lainnya yakni GRR Tuban di mana Pertamina bekerja sama dengan perusahaan minyak Rusia, Rosneft, dan telah membentuk perusahaan patungan yaitu Pertamina Rosneft Pengolahan dan Petrokimia (PRPP).

Dia mengatakan, perkembangan dari proyek kilang baru Tuban saat ini antara lain telah selesainya pekerjaan restorasi garis pantai Tuban serta pengadaan lahan masyarakat yang sebagian besar sudah dibayarkan dan ditargetkan selesai seluruhnya pada akhir 2020 ini.

"Selain itu, saat ini juga paralel dilaksanakan untuk pekerjaan Basic Engineering Design (BED) yang telah mencapai progress 82.34% per 27 November 2020," paparnya.

Seperti diketahui, Pertamina kini mengoperasikan enam kilang BBM dan tengah membangun proyek ekspansi kilang, baik RDMP maupun kilang baru (GRR). Proyek RDMP antara lain kilang Balikpapan, Dumai, Balongan, dan Cilacap, dan kilang baru di Tuban, serta proyek kilang hijau atau dikenal dengan nama biorefinery di kilang Plaju dan Cilacap.

Adapun total investasi untuk sejumlah proyek kilang tersebut mencapai US$ 48 miliar. Proyek ini ditujukan untuk menghasilkan produk BBM menjadi 1,5 juta bph dari 600 ribu bph saat ini, lalu produk petrokimia menjadi 8,6 juta ton per tahun dari saat ini sekitar 1,66 juta ton per tahun. Adapun BBM yang dihasilkan memiliki standar Euro V dari saat ini masih standar Euro II.

Berikut sejumlah proyek kilang minyak Pertamina yang termasuk dalam Proyek Strategis Nasional:
1. Kilang minyak Bontang, Kalimantan Timur.
2. Kilang minyak Tuban, Jawa Timur.
3. Konstruksi tangki penyimpanan BBM, Indonesia Bagian Timur.
4. Konstruksi tangki penyimpanan LPG, Indonesia Bagian Timur.
5. Upgrading kilang-kilang existing/ Refinery Development Master Plan (RDMP) di Jawa Tengah, Kalimantan Timur, Riau, dan Sumatera Selatan.
6. Upgrading kilang existing (RDMP) dan industri petrokimia Balongan, Jawa Barat.


[Gambas:Video CNBC]

(wia)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading