Jadi Andalan RI, Ini Strategi Pertamina Picu Produksi Migas

News - Anisatul Umah, CNBC Indonesia
07 December 2020 15:22
blok mahakam pertamina (dok. Pertamina)

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Pertamina (Persero) bakal menjadi andalan pemerintah dalam mencapai target produksi minyak sebesar 1 juta barel per hari (bph) dan 12 miliar standar kaki kubik gas per hari (BSCFD) pada 2030, terutama setelah ambil alih Blok Rokan pada 2021, kontribusi produksi minyak Pertamina mencapai lebih 50% dari total produksi minyak di dalam negeri.

Direktur Pengembangan dan Produksi PT Pertamina Hulu Energi, Subholding Upstream Pertamina, Taufik Adityawarman, mengatakan pihaknya telah menyiapkan sejumlah strategi pada sektor hulu untuk mendukung tercapainya target produksi minyak jangka panjang.

Berdasarkan rencana perseroan, pada 2024 ditargetkan bisa memproduksi 1 juta barel minyak per hari, 4 miliar kaki kubik per hari (BSCFD) dan 10 reserve to production ratio.


"Strategi Pertamina pada sektor hulu tentu mendukung tercapainya visi Pertamina dalam melaksanakan mandat dan amanah negara dalam mendukung ketahanan energi nasional, dalam berkontribusi memenuhi target produksi jangka panjang 1 juta bph minyak, 4 miliar standar kaki kubik gas per hari," tuturnya dalam wawancara bersama CNBC Indonesia, Senin (07/12/2020).

Dia mengungkapkan, pihaknya telah mencanangkan beberapa target utama untuk mencapai target tersebut, antara lain menjaga produksi dasar (baseline) dan menciptakan siklus kedua produksi dari lapangan tua (second life cycle of mature field), termasuk eksplorasi di wilayah yang telah ada saat ini.
"Dilakukan dengan agresif melalui pengeboran workover dan perawatan sumur, komersialisasi yang terintegrasi dan sharing reserve, serta resources antar Pertamina," ungkapnya.

Lalu, perseroan juga akan melakukan eksplorasi di sejumlah wilayah kerja yang telah ada, lapangan baru, maupun di wilayah terbuka yang belum dieksplorasi.

Dia pun menyebutkan pengelolaan sejumlah proyek migas utama pada 2020-2024, antara lain Blok Mahakam, Blok ONWJ yang dikerjakan PHE ONWJ, proyek gas Jambaran Tiung Biru yang dikerjakan Pertamina EP Cepu, dan Blok Rokan yang akan diambil alih perseroan pada 2021.

Giant Discovery, Target & Strategi Eksplorasi Pertamina Hulu Energi (CNBC Indonesia TV)Foto: Giant Discovery, Target & Strategi Eksplorasi Pertamina Hulu Energi (CNBC Indonesia TV)
Giant Discovery, Target & Strategi Eksplorasi Pertamina Hulu Energi (CNBC Indonesia TV)

Selain itu, beberapa proyek yang dikerjakan anak perusahaan hulu, antara lain pengembangan lapangan yang dikelola Pertamina Hulu Indonesia (PHI) seperti Mahakam, PHSS, PHKT, lalu Pertamina EP seperti Akasia Maju, Akasia besar, Tuli, Jingga dan lainnya. Kemudian, PHE West Madura Offshore (WMO), PHE Jambi Merang dan Senoro menurutnya juga sudah masuk ke dalam rencana strategi pengembangan hingga 2024.

"Kami juga berupaya menciptakan organisasi yang ramping, lincah dan efisien, serta operational excellence yaitu memiliki daya saing dan kapabilitas terbaik di kelasnya dalam industri," ujarnya.

Selain itu, lanjutnya, pihaknya juga akan mempercepat proses bisnis perseroan dan memiliki fleksibilitas dalam menjalin kemitraan bisnis. Pihaknya juga terus memperbaiki organisasi, talenta, budaya dan pola pikir yang mendukung dan sejalan dengan orientasi perusahaan energi kelas dunia.

"Kami juga akan melaksanakan mandat membangun bangsa untuk mencapai ketahanan dan kemandirian energi nasional," ujarnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Produksi Minyak Pertamina di Luar Negeri Turun Akibat Pandemi


(wia)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading