Golden Truly Tumbang, Glodok dan Tanah Abang Gimana?

News - Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
07 December 2020 14:42
Karyawan toko membereskan barang di Mal Golden Truly, Jakarta, Rabu (2/12/2020). Pusat perbelanjaan Golden Truly yang berlokasi di jalan Gunung Sahari, Jakarta Pusat resmi menutup oprasionalnya, ini dilakukan sejak 1 Desember 2020.  (CNBC Indonesia/  Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Tutupnya pertokoan Golden Truly mengundang tanda tanya soal nasib bisnis toko retail tradisional sejenis seperti Tanah Abang, ITC Roxy Mas, dan Harco Glodok dan lainnya. Pengakuan pedagang di toko-toko di atas umumnya mengeluh.

Jelang penghujung akhir tahun pedagang tiga pusat perbelanjaan besar Tanah Abang, ITC Roxy Mas, dan Harco Glodok masih mengeluh sepi. Di Pasar Tanah Abang misalnya, terjadi penurunan pengunjung di tengah pandemi.

Ketua Koperasi Pedagang Tanah Abang Yasril Umar merasakan penurunan penjualan hingga 50% terjadi jika dibandingkan pada momen akhir tahun sebelumnya. Dia masih merasakan daya beli masyarakat yang melandai akibat adanya pandemi Covid-19.


"Penurunan pastinya dirasakan para pedagang walaupun Desember ini lumayan, pengunjung juga masih sepi dibanding tahun lalu. Rata-rata yang belanja juga tidak sebanyak sebelumnya, khususnya untuk baju- baju, dan material baju," katanya kepada CNBC Indonesia, Senin (7/12).

Dia juga mencatat hampir setengah dari 15 ribu pedagang yang berjualan di Tanah Abang belum membuka tokonya. Alasannya beragam, mulai dari masih takut akan pandemi Covid-19, penjualan yang turun, hingga terkendala modal usaha. Bahkan dari Juli hingga Desember ini 50% pedagang tidak memperpanjang jumlah kontrak sewa.

"Mungkin masih malas dagang atau tutup bahkan, kalau yang beli sedikit tidak sebanding dengan sewanya. Kerugiannya sulit untuk ditaksir, tapi bisa mencapai miliaran jika dihitung omzet rata-rata pedagang Rp 5 juta satu hari biasanya," kata Yasril.

Dari catatan CNBC Indonesia, biaya sewa dari masing-masing blok mencapai ratusan juta untuk satu unit kios tergantung lokasi dan luas. Tapi pada umumnya untuk kios 2x2 meter antara Rp 30 juta hingga Rp 200 juta per tahun. Sementara untuk Metro Tanah Abang Rp 300-500 juta pert tahun.

Sementara itu Pedagang Komputer di kawasan Glodok juga masih merasakan hal yang sama, Anto (35) pemilik toko komputer Pion Computer juga mengatakan jualan komputer akhir tahun juga menurun. Biasanya jelang akhir tahun banyak instansi yang mengorder komputer di tokonya untuk pengadaan alat baru.

"Kebanyakan pembeli saya dari sekolah dan kantor-kantor, mulai dari PSBB mereka tutup tidak ada kegiatan, tidak ada pembaruan alat," katanya kepada CNBC Indonesia.

Dia mengatakan penurunan penjualan komputer dan spare parts mencapai 100% dibandingkan tahun lalu. Walaupun belum tahu berapa nilai kerugian yang dirasakan, tapi hingga saat ini ia masih membuka tokonya yang berada pada kawasan Glodok.

Hal serupa juga dirasakan pedagang aksesoris hand phone di ITC Roxy, Sugianto (31) mengatakan untuk di pasar ritel menurun sampai 50 persen akibat sepinya pengunjung yang datang. Namun, untuk grosir ia mengatakan masih ada permintaan dari pedagang mal lainnya.

"Grosir dan luar kota masih cukup banyak pesanan, kaya daerah ITC Cempaka Putih, Mal Bekasi masih butuh barang juga," katanya.

Dia menjelaskan penjualannya terjadi banyak pada pasar online, Desember ini dia mengatakan penjualan aksesoris hand phone naik 20 persen dari bulan sebelumnya.


[Gambas:Video CNBC]

(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading