Faisal Basri: Soal Impor Garam Bikin Banyak Menteri Terpental

News - Ferry Sandi, CNBC Indonesia
03 December 2020 16:00
Faisal Basri. (CNBC Indonesia/Anisatul Umah)

Jakarta, CNBC Indonesia - Jabatan Susi Pudjiastuti sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan hanya bertahan di Kabinet Jokowi pertama 2014-2019. Hal ini memunculkan tanda tanya kenapa Presiden Jokowi tak memilih kembali Susi yang dianggap kinerjanya mumpuni di bidang kelautan.

Ekonom senior INDEF Faisal Basri menjabarkan salah satu alasan kenapa Susi terpental dari kabinet kedua karena permasalahan importasi garam.

Pada tahun 2018 silam, terjadi perbedaan sikap antara beberapa pejabat menteri dengan Susi. Faisal Basri mengungkapkan terjadi perdebatan panjang sehingga akhirnya Susi tak lanjut di periode kedua Jokowi.


"Terjadi ketegangan di kabinet. Menteri-menteri mengeroyok Bu Susi," kata Faisal Basri dalam webinar Swasembada Garam Kamis (3/12).

Ia menyebut garam hanya menjadi salah satu faktor yang membuat Susi terbuang dari kabinet periode kedua. Ia juga mengisyaratkan pada masalah ekspsor benih lobster. Faisal mengungkapkan bahwa kebijakan impor komoditas seperti garam masih dikelilingi tekanan yang kuat.

"Mari Elka Pangestu (Mendag) juga mental, Menteri KKP bekas Gubernur Gorontalo juga. Garam persoalan sederhana tapi banyak membuat menteri mental," kata Faisal.

Mari Elka Pangestu sempat menjabat sebagai Menteri Perdagangan tahun 2004 hingga 2011, sementara Menteri KKP yang merupakan mantan Gubernur Gorontalo mengarah pada Fadel Muhammad, Wakil Ketua MPR saat ini juga mengalami hal sama. Ia bilang tekanan pada importasi garam sangat kuat. Padahal, petani dalam negeri juga tetap bisa berproduksi.

"Kita ingat 2018 mau Pemilu bagi-bagi kuota, bahkan kuota dibagi melebihi kebutuhan industri. Kalau nggak salah 3,8 juta ton sampai kuota nggak terserap...," jelas Faisal.


[Gambas:Video CNBC]

(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading