Internasional

Dor! Kim Jong Un Ngambek, Pedagang Valas pun Ditembak.....

News - Tommy Sorongan, CNBC Indonesia
30 November 2020 14:22
In this image made from video broadcasted by North Korea's KRT on Saturday, Oct. 10, 2020, North Korean leader Kim Jong Un waves during a ceremony to celebrate the 75th anniversary of the country’s ruling party in Pyongyang.(KRT via AP)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sebuah laporan yang dirilis oleh intelijen Korea Selatan menyatakan bahwa Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong Un telah mengeksekusi pedagang valuta asing yang berada dalam wilayah Korea Utara.

Dilansir dari Financial Times, Kim Byung-kee, anggota komite intelijen Majelis Nasional Korea Selatan yang diberi pengarahan oleh dinas intelijen pada hari Jumat (27/11/2020), mengatakan eksekusi tersebut adalah yang terbaru dari serangkaian tindakan "tidak masuk akal" oleh Kim saat Korea Utara berjuang di bawah pandemi Covid- 19 dan sanksi internasional.

Dalam laporan tersebut, Kim geram atas aksi pedagang valuta asing yang telah membuat apresiasi hampir 20% dari Won Korea Utara terhadap dolar AS dalam beberapa bulan terakhir. Pergerakan yang terjadi ini telah menciptakan meningkatnya ketidakstabilan dalam ekonomi, membuat Pyongyang khawatir.

Analis mengatakan apresiasi mata uang lokal mengikuti tindakan keras pada transaksi berbasis dolar karena Pyongyang memperkuat kendali ekonomi setelah bertahun-tahun liberalisasi pasar.

Infografis/ Gegerkan Dunia, Kim Jong Un Menangis di depan umum!/Aristya RahadianFoto: Kim Jong Un (Ilustrasi)



Andrei Lankov, seorang ahli Korea Utara di Universitas Kookmin di Seoul, mengatakan telah ada tanda-tanda "perubahan signifikan" dalam situasi mata uang sejak Oktober setelah bertahun-tahun "stabilitas keuangan yang luar biasa".

"Untuk waktu yang lama di bawah Kim Jong Un, mereka sama sekali tidak campur tangan dengan bisnis swasta. . . mereka tidak hanya mentolerir tetapi juga mendorong desentralisasi, dan peralihan ke hubungan pasar antara perusahaan industri dan individu. Sekarang mereka mencoba mengayuh kembali," katanya.

Korea Utara sedang dalam cengkraman sanksi ekonomi yang menyakitkan menyusul aksi Kim Jong Un untuk melanjutkan program nuklirnya. Maka dari itu, ia berusaha mengambil alih kembali kendali ekonomi dari pasar yang telah diliberalisasi di negara itu menyusul keadaan ekonomi yang diperparah oleh Pandemi Covid-19.



[Gambas:Video CNBC]

(dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading