Hadir di KTT APEC, Jokowi Sindir: Kebersamaan APEC Melemah

News - Chandra Gian Asmara, CNBC Indonesia
20 November 2020 20:59
Jokowi di acara APEC CEO Dialogues. (Foto: Kris - Biro Pers Sekretariat Presiden)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Joko Widodo (Jokowi) malam ini menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (KTT APEC) secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat.

Dalam KTT kali ini, Jokowi secara tegas mengkritisi fondasi kebersamaan yang dibangun oleh APEC di masa lalu yang cenderung melemah. Jokowi berkaca pada KTT APEC dua tahun lalu yang tidak menghasilkan kesepakatan.

"Presiden secara jujur mengatakan bahwa fondasi kebersamaan yang telah dibangun di masa lalu cenderung melemah," kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyampaikan isi pernyataan Jokowi dalam KTT APEC, Jumat (20/11/2020).


Pertemuan APEC tahun 2020 ini mengangkat tema "Optimising Human Potential Towards a Resilient Future of Shared Prosperity: Pivot. Prioritise. Progress" yang mencerminkan harapan akan ketahanan, kelincahan, dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Adapun beberapa isu yang diangkat pemerintah Indonesia yaitu mendorong pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas, mendorong pembangunan konektivitas, serta mendorong pemberdayaan UMKM dan perempuan dalam ekonomi digital.

Terakhir yaitu, mengarusutamakan kepentingan Indonesia di bidang investasi, akses perdagangan dan pengembangan kapasitas. Isu ini merupakan komitmen Bogor Goals, kesepakatan APEC pada 1994.

"Terobosan ini dinilai Presiden masih sangat relevan sampai saat ini," katanya.

APEC 2020 diharapkan dapat menyepakati visi APEC Pasca-2020 yang akan menentukan arah kerja APEC untuk 20 tahun mendatang.

Visi tersebut akan meneruskan visi Bogor Goals 1994 yang merupakan kerangka kerja sama APEC selama 26 tahun terakhir yang disepakati pada masa keketuaan Indonesia di APEC 1994.

Pada KTT APEC kali ini, Presiden didampingi oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Perdagangan Agus Suparmanto, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri Abdul Kadir Jaelani.


[Gambas:Video CNBC]

(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading