Duh, Produk Perikanan RI Dianggap di Bawah Kualitas Jepang

News - Ferry Sandi, CNBC Indonesia
19 November 2020 12:53
Ikan Cakalang hasil tangkapan nelayan dibongkar dari kapal di Pelabuhan Perikanan Samudra Nizam Zachman, Muara Baru Jakarta, Kamis (1/2/2018). Ditahun 2018 KKP menargetkan nilai ekspor perikanan Indonesia capai USD5,4 miliar. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Komoditas perikanan Indonesia memiliki potensi lebih besar untuk pasar ekspor. Sayangnya, masih banyak tantangan yang perlu dihadapi, yakni kendala yang terjadi di beberapa negara berupa hambatan ekspor seperti ketentuan soal standar.

Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo mengungkapkan sejumlah negara itu di antaranya Jepang dan Amerika Serikat.

"Beberapa produk perikanan Indonesia dinilai belum memenuhi standar kualitas pasar Jepang, ini pekerjaan rumah yang harus segera kami tangani. Masih tingginya tarif bea masuk untuk produk perikanan ke Jepang dan Uni Eropa, bahkan AS semakin memperketat kriteria dan kualitas produk impornya seperti jaminan keamanan produk perikanan dan non IUU (Illegal, Unreported, and Unregulatedsustainability dan tracibility," kata Edhy dalam Jakarta Food Security Summit 2020, Kamis (19/11).


Padahal, ekspor perikanan ke beberapa negara itu selama ini termasuk tinggi. Nilai ekspor Januari-September 2020 ke AS menjadi yang tertinggi. Negeri Paman Sam itu mendapat porsi 40,82 persen. Disusul China dengan 15,41 persen, Jepang 11,76 persen, negara Asean 11,67 persen serta Uni Eropa 5,75 persen.

"Apabila dilihat dari komoditasnya, nilai ekspor terbesar adalah udang 39,78 persen, tuna, cakalang, tongkol 14,07 persen, kemudian cumi, sotong, gurita 8,8 persen, lalu rajungan, kepiting 7,13 persen dan rumput laut 5,51 persen," sebut Edhy.

Wakil Ketua Umum Gerindra itu menilai ekspor Indonesia masih bisa menjangkau lebih banyak lagi segmentasi pasar. Sayangnya, masih ada kendala lain yang perlu dibenahi.

"Potensi diversifikasi tujuan pasar non tradisional Afrika, Timur Tengah, Rusia dan Amerika Latin masih mengalami hambatan, mengingat Indonesia belum mempunyaiComprehensive economic partnership agreementsehingga akses pasar ke kawasan tersebut belum terbuka secara maksimal," jelasnya.

Masalah hambatan ekspor produk perikanan Indonesia ke Jepang ini sempat dibahas antara Presiden Jokowi dengan PM Jepang Yoshihide Suga saat berkunjung ke Indonesia pada 20 Oktober 2020 lalu.

"Saya tadi juga meminta perhatian terhadap Jepang adanya kendala izin impor untuk produk pertanian, produk kehutanan, dan produk perikanan dari Indonesia," kata Jokowi.


[Gambas:Video CNBC]

(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading