Internasional

LCS Panas, AS Tembak Rudal Balistik Antarbenua Warning China

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
19 November 2020 07:36
Militer AS di Laut Cina Selatan (Tangkapan layar twitter @USPacificFleet)

Jakarta, CNBC Indonesia - Amerika Serikat (AS) disebut mengirimkan pesan jelas ke China, Selasa (17/11/2020). Negeri Paman Sam me-warning Negeri Panda dengan menembak jatuh rudal balistik antarbenua (ICBM) tiruan saat China mulai melakukan latihan perang di Laut China Selatan (LCS).

Hal ini dikabarkan media Hong Kong, South China Morning Post (SCMP). Dalam latihannya di Pasifik, AS menembak ICBM denga pencegat rudal SM-3 Block II A.

Dalam keterangannya, Pentagon memang mengakui meluncurkan pencegat rudal ke target dari lokasi uji coba di Kepulauan Marshall. SM-3 ini sendiri dibuat perusahaan AS Raytheon Missiles & Defense.

"Uji pencegat SM-3 Block IIA dapat dilihat sebagai tanggapan terhadap China yang meluncurkan dua rudal pembunuh kapal induk ke Laut China Selatan," kata pakar militer yang berbasis di Beijing, Zhou Chenming, dikutip Kamis (19/11/2020).

"Ini menunjukkan ke sekutu Asia bahwa Washington masih bisa melindungi mereka," ujarnya lagi.

Sebelumnya, militer China mengumumkan melakukan latihan militer awal pekan ini hingga 30 November. "Militer latihan di area dalam radius 5 km 21-14.23N 109-32.80E dari 17 Nov sampai 30 Nov," tulis pernyataan dari Administrasi Keamanan Maritim Guangdong, sayap maritim tentara nasional China PLA.

Pemerintah China juga melarang semua kapal mendekat. Ini merupakan kesekian kalinya China melakukan latihan militer.

Di saat yang sama, AS juga menerbangkan dua pesawat bomber ke lokasi tersebut. AS menerbangkan bomber B1-B dari Pangkalan Angkatan Udara Andersen di Guam.

Dari pelacak aviasi Aircraft Spots, bomber AS bahkan masuk ke Zona Identifikasi Pertahanan Udara (ADIZ) China. Keduanya terbang di sisi timur Laut ADIZ Taiwan.

B1-B merupakan bomber yang berukuran cukup besar. Pesawat yang terbang di atas ADIZ seharusnya memberi tahu otoritas terkait namun ujar SCMP, ini tak pernah dilakukan AS.

China dan AS merupakan seteru di laut Asia Pasifik. Di LCS China mengklaim 80% wilayah perairan itu miliknya yang membuat berang sejumlah negara Asia Tenggara dan membuat AS masuk dengan dalih kebebasan navigasi.

Presiden AS Donald Trump dan Menteri Luar Negeri AS telah berulang kali mengecam militer China di LCS. Sementara Presiden China Xi Jinping terus memberi kode militernya terutama angkatan laut harus siap perang mengamankan wilayah China.

LCS sendiri merupakan wilayah kaya sumber daya alam. China sendiri disebut Asia Times Finansial dari media lokal Netease, tengah melakukan pengeboran migas di perairan itu.



(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading