Lulusan Vokasi Jadi Andalan Untuk Datangkan Devisa Pariwisata

News - Rahajeng Kusumo Hastuti, CNBC Indonesia
17 November 2020 20:27
Urgensi Pernikahan Massal Vokasi dengan Dunia Kerja

Jakarta, CNBC Indonesia- Direktorat Jenderal Vokasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI mendorong vokasi di bidang kelautan dan pariwisata untuk memaksimalkan potensi kekayaan Indonesia. Untuk itu diperlukan sinergi yang mendorong dunia pendidikan yang selaras dengan dunia usaha untuk menekan angka pengangguran di tanah air.

Direktur Mitrasdudi Kemendikbud RI, Ahmad Saufi mengatakan bidang kelautan dan pariwisata memiliki potensi devisa yang tinggi. Untuk itu pemerintah harus berperan sebagai fasilitator untuk meningkatkan kolaborasi dengan lembaga kursus dan pelatihan dengan penyerap tenaga kerja di sektor kelautan.

Untuk itu, dilakukan lima MoU antara satuan penyelenggara pendidikan perhotelan dan kapar pesiar dengan dunia usaha dan industri berbasis kelautan.

"Lima naskah kerjasama antara satuan penyelenggara pendidikan khususnya perhotelan dan kapal pesiar dengan lima dunia usaha dan industri berbasis kelautan. Kenapa kita memilih hotel dan kapal pesiar, karena mengetahui pariwisata kita bergantung pada tempat menginap pada tempat menginap dan layanan yang prima," kata Ahmad, di Bali belum lama ini.

Kapal pesiar sebagai sarana transportasi dan sarana menikmati pariwisata memiliki potensi besar. Industri kapal pesiar menurutnya memberikan peluang besar siswa vokasi dan kejuruan untuk meningkatkan kapasitas dan keahlian serta skillnya. Dengan begitu bisa segera dapat diterima di dalam industri layanan hotel dan kapal pesiar.

"Kita juga menyaksikan betapa senang dan senangnya ketua FKPKPI, yang mengemukakan harapan beliau mengharapkan dalam 3 tahun terakhir menyatukan visi misi menyatukan lembaga kerja terampil ini. Kami harapkan pertemuan ini menunjukan peran pemerintah menjadi katalis yang baik agar lembaga kursus dan pelatihan menyatu visinya dengan dunia usaha dan industri, dalam hal ini kapal pesiar dan perhotelan Indonesia," ujarnya.

Ketua Forum Kursus Perhotelan-Kapal Persiar Indonesia (FKPKPI), Theo George Gill mengatakan tantangan ke depan setelah Covid-19 harus disiapkan sebaik-baiknya sehigga industri kapal pesiar bisa semakin maju dan pesat berkembang. Dari sisi pencetak tenaga kerja FKPKPI telah mengharapkan sinergi ini sejak 2017, dan akhirnya terwujud.



Adanya kerja sama lembaga pendidikan dan industri juga mengurangi agen-agen bodong yang seringkali menipu lulusan baru yang tergabung dalam FKPKPI dipastikan dapat dipercaya dan siap kerja. MoU ini merupakan kesempatan mempersiapkan dunia usaha untuk masa yang akan datang.

"Momen ini adalah yang kita impikan agar lembaga kursus ini bisa mengirimkan agen yang dipercaya ke kapal pesiar karena banyak sekali agen bodong yang mencoba untuk menipu para lulusan dari lembaga pelatihan. Kami nyatakan pada agen-agen untuk semua LKP yang sudah tergabung FKPKPI, dipastikan mereka dapat dipercaya," jelasnya.

Dunia usaha dan dunia industri yang terlibat dalam MoU tersebut antara lain Elite International, PT. Sumber Bakat Insani, Alpha Magsaysay, Millennium/CTI, PT. Sentina Arta Sumberdaya, MACA Group, The Mulia, Cendana Group Corporate, Asosiasi Profesi IHG Intercontinental, Asosiasi Profesi Badan Pimpinan Pusat Indonesia Chef Association, Asosiasi Profesi Dewan Pimpinan Daerah Indonesia Food & Beverage Executive Association, Asosiasi Profesi Dewan Pimpinan Pusat Indonesia Housekeeping Association, Asosiasi Profesi Dewan Pimpinan Pusat Indonesia Hotel General Manager Association, Corporate Senior General Manager MGM Horison Group Indonesia, dan H. Sovereign Bali.

Perwakilan dari Milennium/CTI mengatakan tahun ini merupakan tahun yang berat, namun tetap harus dilakukan persiapan setelah pandemi berlalu. Salah satu langkahnya adalah mempersiapkan SDM yang berkualitas melalui sinergi ini.

"Tahun 2020 ini menjadi sangat berat buat kita semuanya karena tidak ada pergerakan sama sekali dalam rekrutmen dan penempatan untuk persiapan tahun yang akan datang, harapan corona berlalu," katanya.



[Gambas:Video CNBC]

(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading