Usai Kapolda Metro Jaya Dicopot, Siapa Calon Terkuat Kapolri?

News - Muhammad Iqbal, CNBC Indonesia
17 November 2020 06:00
Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana (Isal Mawardi/detikcom)

Jakarta, CNBC Indonesia - Dinamika di lingkunganĀ Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mendadak riuh, kemarin. Ini tak lepas dari keputusan Kepala Polri Jenderal Polisi Idham Azis mencopot dua kepala kepolisian daerah sekaligus, yaitu Inspektur Jenderal Nana Sudjana dari posisi Kapolda Metropolitan Jakarta Raya dan Irjen Rudi Sufahriadi.

Dalam keterangan pers di Markas Besar Polri, kemarin, Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Irjen Argo Yuwono bilang, "Ada dua kapolda yang tidak melaksanakan perintah dalam menegakkan protokol kesehatan, maka diberikan sanksi berupa pencopotan, yaitu Kapolda Metro Jaya dan Kapolda Jawa Barat," ujar Argo seperti dilaporkan detik.com.

Khusus untuk Nana, pencopotan itu diduga berkaitan erat dengan kerumunan yang timbul dari acara yang digelar Imam Besar Front Pembela Islam Habib Rizieq Shihab di Petamburan, Jakarta, akhir pekan lalu. Kendati Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menjatuhkan sanksi administratif berupa denda maksimal Rp 50 juta, kritik demi kritik tetap dilontarkan oleh publik.


Sebelum pencopotan itu, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud MD memastikan, "Pemerintah akan memberikan sanksi kepada aparat yang tidak mampu bertindak tegas dalam memastikan pelaksanaan protokol kesehatan Covid-19."

"Kepada aparat keamanan, kepada aparat keamanan, kepada aparat keamanan, pemerintah meminta untuk tidak ragu dan bertindak tegas dalam memastikan protokol kesehatan dapat dipatuhi dengan baik," ujar Mahfud.

Dus, sebagai pengganti Nana, Idham menunjuk Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur Inspektur Jenderal Fadil Imran sebagai Kapolda Metro Jaya. Sementara Nana dimutasi menjadi Korsahli Kapolri.

Selain itu, Idham juga menunjuk Asisten Kapolri Bidang Logistik Irjen Ahmad Dofiri sebagai Kapolda Jawa Barat. Ahmad menggantikan Rudi yang diangkat menjadi Widyaiswara Tingkat I Lemdiklat Polri.

Menurut Argo, penunjukkan itu sesuai dengan telegram Kapolri Nomor ST/3222/XI/Kep/2020 tanggal 16 November 2020 tentang Pemberhentian dari dan Pengangkatan Dalam Jabatan di lingkungan Polri.

Bursa Kapolri menghangat, bagaimana peluang Nana?
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading