Holding BUMN PTPN Disentil BPK! Apa yang Tak Beres Sih?

News - Hidayat Setiaji, CNBC Indonesia
12 November 2020 13:22
A worker unloads oil palms at a plantation outside Kuala Lumpur January 29, 2007. REUTERS/Bazuki Muhammad

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memutuskan untuk membentuk perusahaan induk alias holding BUMN perkebunan pada 2015. PT Perkebunan Nusantara (PTPN) yang berjumlah 14 kini dikomandoi oleh PTPN III.

Namun, keberadaan holding perkebunan ternyata belum menunjukkan hasil optimal. Hal ini diungkapkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Mengutip dokumen Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester (IHPS) I 2020, BPK menyatakan holding BUMN perkebunan tidak efektif dalam meningkatkan kinerja selama 2015 hingga paruh pertama 2019. Kinerja PTPN Grup belum mengalami perbaikan setelah terbentuknya holding pertambangan.


Kinerja on-farm juga dinilai belum efektif, terlihat dari belum adanya perbaikan komposisi umur tanaman, efisiensi harga produksi, serta produktivitas yang masih di bawah normal. Kemudian kinerja pabrik kelapa sawit dan karet di beberapa PTPN masih juga belum sesuai dengan standar dan komitmen bersama.

Situs holding BUMN perkebunan hanya menyediakan data laporan keuangan hingga 2018. Dalam periode tersebut, sejatinya keuangan PTPN membaik dari rugi pada 2016 menjadi untung pada 2017 dan 2018. Namun memang laba bersih pada 2018 turun dibandingkan 2017.

Namun BPK tidak hanya menyoroti soal laba/rugi. "Kinerja Keuangan PTPN Grup belum mengalami perbaikan setelah terbentuknya Holding BUMN Perkebunan. Hal ini terlihat dari kinerja keuangan PTPN Grup periode tahun 2015-semester I 2019 belum menunjukkan adanya peningkatan, melainkan adanya tren penurunan likuiditas, solvabilitas, dan profitabilitas setelah terbentuknya Holding BUMN Perkebunan. Akibatnya, pembentukan PTPN III (Persero) sebagai Holding BUMN Perkebunan kurang efektif dalam meningkatkan perbaikan kinerja keuangan PTPN Grup," tulis IHPS I 2020.

Produktivitas Belum Mencapai Target
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading