Tinggalkan Batu Bara, Negara Bagian Australia Beralih ke EBT

News - Wilda Asmarini, CNBC Indonesia
10 November 2020 19:00
foto : Dok. ESDM

Jakarta, CNBC Indonesia - Negara Bagian New South Wales (NSW) Australia mengatakan akan beralih ke energi terbarukan dari batu bara dan berencana menarik investasi swasta senilai AUS$ 32 miliar atau sekitar US$ 23,3 miliar atau setara Rp 322 triliun (asumsi kurs Rp 14.000 per US$) ke sektor energi baru terbarukan (EBT) tersebut pada dekade berikutnya.

Mengutip dari Reuters pada Selasa (10/11/2020), Negara Bagian terpadat di Australia itu mengatakan akan memotong birokrasi dan mempercepat persetujuan bagi bisnis untuk berinvestasi dalam proyek energi terbarukan, dengan menargetkan empat dari lima pembangkit listrik tenaga batu bara yang ada saat ini akan ditutup dalam 15 tahun ke depan.

Rencana tersebut diperkirakan akan menciptakan hampir 10.000 pekerjaan baru dan membangun 12 giga watt (GW) pembangkit listrik bersumber energi baru terbarukan seperti dari tenaga angin dan matahari, serta kapasitas penyimpanan 2 GW, seperti pembangkit listrik tenaga air. Sejumlah proyek energi baru terbarukan tersebut ditargetkan beroperasi pada 2030.


Hal tersebut disampaikan Menteri Energi Negara Bagian NSW Matt Kean dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari Reuters, Selasa (10/11/2020).

Partai Buruh oposisi mengatakan akan mendukung rencana tersebut meskipun mereka datang "setelah satu dekade penundaan".

Sebagian besar Negara Bagian Australia mendukung penggunaan energi terbarukan yang lebih besar, tetapi pemerintah federal telah menolak untuk menyamai negara-negara maju lainnya dalam menetapkan target emisi karbon nol persen pada 2050. Sebaliknya, pemerintah pusat Australia mengatakan emisi nol persen akan tercapai beberapa waktu setelah 2050.

Australia sejauh ini jauh dari memenuhi target kesepakatan Paris untuk mengurangi emisi karbon sebesar 26% menjadi 28% dari tingkat 2005 pada 2030 mendatang.

Presiden terpilih AS Joe Biden dapat mendorong Australia untuk memenuhi target emisinya, menurut sejumlah pelaku industri Australia. Pasalnya, dia mengatakan pemerintahannya akan bergabung kembali dengan kesepakatan Paris dan bertujuan untuk mencapai nol emisi pada 2050.

Perdana Menteri Australia Scott Morrison mengatakan pemilihan Biden tidak akan mengubah kebijakan dampak perubahan iklim Australia.

"Australia akan selalu menetapkan kebijakannya berdasarkan kepentingan nasional Australia," kata Morrison kepada wartawan di Canberra.


[Gambas:Video CNBC]

(wia)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading