Menkeu Era SBY Sebut Ekonomi RI Baru Pulih di 2022, Kenapa?

News - Lidya Julita S, CNBC Indonesia
09 November 2020 18:20
M Chatib basri Foto: Detikcom/ Ari Saputra

Jakarta, CNBC Indonesia - Ekonom Senior Chatib Basri mengatakan pemulihan perekonomian Indonesia bisa dilakukan jika masalah pandemi Covid-19 bisa teratasi. Salah satunya melalui pengadaan vaksin.

Namun, vaksin diestimasi baru akan ada di tahun depan. Oleh karenanya, pemulihan baru bisa dilakukan setidaknya pada tahun berikutnya yakni 2022.

"Proses recovery di mana investment akan naik mungkin itu adalah periode setelah kondisi ekonomi akan mulai normal. Dugaan saya, kalau bikin hitungan sederhana, kondisi akan kembali normal pada 2022. Nah, di situ baru bicara masalah ekspansi dan investasi swasta," ujarnya secara virtual, Senin (9/11/2020).


Ia menilai, saat ini yang harus difokuskan pemerintah harusnya bukan soal pemulihan tapi bagaimana caranya tetap bertahan di tengah tekanan yang tinggi. Bagaimana caranya menjaga agar perekonomian masih bisa berjalan meski di tengah keterbatasan.

"Yang penting asal selamat aja. Karena itu, saya nggak bicara growth yang penting ekonominya tidak terpuruk lah. Setelah nanti pandemic bisa diatasi, aktivitas mulai mengarah normal, baru bicara recovery. Jadi, sekarang itu survival, baru bicara soal recovery," jelas Mantan Menkeu Era Presiden SBY ini.

Menurutnya, jika pandemi tidak bisa diatasi maka Indonesia akan mengalami keterpurukan yang lebih dalam dari saat ini. Bahkan investasi yang selama ini diharapkan bisa masuk ke Indonesia akan hilang begitu saja jika pandemi masih berlangsung.

"Itu hanya akan bisa terjadi kalau pandemic sudah teratasi. Makanya, kalau perhitungan vaksin butuh 2021, saya nggak yakin investasi swasta sudah mulai keep in atau naik tajam pada 2021. Karena protokol masih in place," kata dia.


[Gambas:Video CNBC]

(dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading