Jujur, Pengusaha RI Pilih Trump atau Biden yang Menang?

News - Ferry Sandi, CNBC Indonesia
03 November 2020 19:30
Elizabeth Allin, bottom center left, and Gideon Lett sit in a convertible while watching President Donald Trump, on left of video screen, and Democratic presidential candidate former Vice President Joe Biden speak during a Presidential Debate Watch Party at Fort Mason Center in San Francisco, Thursday, Oct. 22, 2020. The debate party was organized by Manny's, a San Francisco community meeting and learning place. (AP Photo/Jeff Chiu)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemilu Presiden Amerika Serikat (AS) 2020 sudah mencapai babak akhir. Sebab, pada Selasa (3/11/2020) waktu setempat, pemungutan suara akan ditutup.

Siapapun Presiden yang terpilih, maka kebijakan yang dibuat akan berdampak luas bagi perekonomian dunia. Bagaimana dengan Indonesia, termasuk pengusaha-pengusaha di dalam negeri?

"Indonesia adalah partner dagang terbesar ke-50 atau lebih rendah lagi. Tapi memiliki potensi yang besar. Kemungkinan siapa pun presiden AS, mereka akan punya kebijakan yang akan disesuaikan dengan agenda besar perdagangan dari presidennya. Karena itu, kemungkinan besar relasi dagang Indonesia-AS akan relatif stabil (tidak banyak berubah dari saat ini)," kata Wakil Ketua Umum KADIN Bidang Hubungan Internasional Shinta W. Kamdani kepada CNBC Indonesia, Selasa (3/11).


Kedua calon presiden, dari politisi Partai Demokrat, Joseph 'Joe' Biden dan petahana Partai Republik Donald Trump sama-sama dinilai memiliki prinsip mengutamakan proteksi pasar AS. Hanya saja konsep yang diusung Biden lebih terstruktur atau bukan sporadis seperti Trump.

"Kami tidak bisa bilang bahwa Pemerintahan Trump atau Biden lebih baik, atau lebih buruk untuk Indonesia. Pelaku usaha Indonesia yang penting kita terus menerus lebih fleksibel menyesuaikan diri, baik melalui daya tarik iklim usaha & investasi dalam negeri maupun melalui lobi agar benefit dari kebijakan Presiden AS tetap ada di pihak Indonesia," sebut Shinta

Ia menilai untuk sektor-sektor ekonomi nasional yang diuntungkan dari AS masih sama karena tidak ada shifting yang terlalu signifikan dalam hal komoditi ekspor unggulan maupun sektor investasi yang diminati AS di Indonesia di era Trump maupun Biden.

"Di luar itu, kami tidak memproyeksikan banyak perubahan karena semua tergantung pada daya tarik iklim usaha dan investasi Indonesia, khususnya karena konflik AS-China dan negara-negara cenderung terus dipertahankan oleh Biden karena kebutuhan ekonomi internalnya sendiri, khususnya untuk job creation," papar CEO dari Sintesa Group itu.


[Gambas:Video CNBC]

(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading