Internasional

Putin Jengkel ke Trump Gegara Biden, Kok Bisa?

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
26 October 2020 16:02
U.S. President Donald Trump meets with Russian President Vladimir Putin at the G20 Summit in Osaka, Japan June 28, 2019.  REUTERS/Kevin Lamarque

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Rusia Vladimir Putin menanggapi komentar yang dilontarkan petahana Donald Trump dari Partai Republik kepada Joe Biden dari Partai Demokrat dalam debat calon presiden Amerika Serikat (AS) beberapa waktu lalu.

Putin mengatakan bahwa dia tidak melihat adanya kejahatan dalam hubungan bisnis Hunter Biden, anak Joe Biden, di masa lalu dengan Ukraina atau Rusia. Ia tidak setuju dengan komentar Trump mengenai hal tersebut.




Dalam debat capres, Trump membuat tuduhan bahwa Biden dan putranya Hunter terlibat dalam praktik tidak etis di Ukraina. Meskipun tuduhan ini tidak memiliki bukti yang diverifikasi untuk mendukungnya, dan Biden juga sudah membantah tuduhan tersebut.

"Ya, di Ukraina dia (Hunter Biden) memiliki atau mungkin masih memiliki bisnis, saya tidak tahu. Itu bukan urusan kami. Ini menyangkut Amerika dan Ukraina," kata Putin pada Minggu (25/10/2020), dikutip dari Reuters.



"Tapi ya dia punya setidaknya satu perusahaan, yang secara praktis dia pimpin, dan menilai dari semua yang dia hasilkan dengan baik. Saya tidak melihat ada yang kriminal tentang ini, setidaknya kita tidak tahu apa-apa tentang ini (menjadi kriminal)."

Dalam sambutan yang disiarkan di TV Pemerintah Rusia itu, Putin juga tampak 'kurang ramah' dengan Trump. Beberapa analis melihat hal ini sebagai upaya untuk mencoba mendekati kubu Biden, dengan menjelaskan bahwa Trump memberikan tuduhan palsu.

Putin juga bereaksi saat ditanya soal komentar Trump tentang hubungan Putin dengan mantan walikota Moskow, serta dugaan pembayaran yang dilakukan kepada Hunter Biden oleh mantan walikota yang berstatus janda.

Putin mengatakan dia tidak tahu apa-apa tentang adanya hubungan komersial antara Hunter dan wanita itu. Di sisi lain, Biden juga mengatakan tuduhan tentang putranya tidak benar.

Padahal sebelumnya, Putin sempat memuji Trump karena mengatakan dia menginginkan hubungan yang lebih baik dengan Moskow.

Badan intelijen AS juga sempat menyimpulkan bahwa Rusia berusaha ikut campur dalam pemilihan presiden AS tahun 2016 untuk mendukung Trump. Tapi tuduhan ini dibantah Moskow. Rusia juga menepis tuduhan badan intelijen AS mencoba ikut campur dalam pemilu November nanti.


[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading