Perusahaan Global Berguguran, AirAsia X & Nikon Cabut dari RI

News - Muhammad Choirul, CNBC Indonesia
22 October 2020 10:53
FILE PHOTO: Tail of AirAsia X plane as seen at the Garuda Maintenance Facility AeroAsia in Tangerang, Indonesia, September 20, 2017. Picture taken September 20, 2017. REUTERS/Beawiharta/File Photo

Jakarta, CNBC Indonesia - Maskapai penerbangan jarak jauh berbiaya murah, AirAsia X berhenti operasi di Indonesia. Kini, tak ada lagi nama AirAsia X Indonesia (kode penerbangan XT), yang melayani rute penerbangan dari dan ke Indonesia.

Hal tersebut dikonfirmasi oleh pihak perusahaan. Bahkan, ternyata rupanya penghentian penerbangan berjadwal maskapai ini sudah dilakukan sejak lama.




"Bersama ini maskapai mengkonfirmasi bahwa meskipun operasional penerbangan berjadwal telah dihentikan sejak bulan Januari 2019, hingga saat ini tidak ada proses likuidasi yang sedang berlangsung," ujar pernyataan resmi AirAsia X Indonesia yang diterima CNBC Indonesia pada Kamis (22/10/20).

Kendati begitu, maskapai penerbangan AirAsia Indonesia tetap beroperasi di Indonesia.



"AirAsia Indonesia (kode penerbangan QZ) tetap melanjutkan operasional pada rute domestik dan internasional seperti biasa," lanjut pernyataan tersebut.

AirAsia Indonesia dan AirAsia X Indonesia adalah dua entitas berbeda dengan manajemen dan operasional sepenuhnya terpisah. Sampai saat ini AirAsia Indonesia masih mengoperasikan rute domestik dan internasional sesuai kebijakan pembatasan wilayah yang berlaku. Kendati demikian, keduanya merupakan sister company di bawah AirAsia Group dan AirAsia X Berhad.

Sebelumnya, AirAsia X mulai kehabisan uang, dan membutuhkan pendanaan sekitar 500 juta ringgit atau setara US$ 120,6 juta untuk penyelamatan. AirAsia X asal Malaysia ini menyatakan ingin merestrukturisasi utangnya senilai 63,5 juta Ringgit atau setara US$ 15,32 miliar.

Maskapai ini juga memangkas modal sahamnya sebesar 90% untuk melanjutkan bisnisnya.

"Kami kehabisan uang," kata Deputy Chairman Lim Kian Onn, dilansir dari Reuters, Sabtu (17/10/2020).

"Jelas, bank tidak akan membiayai perusahaan tanpa pemegang saham, baik lama maupun baru, memasukkan ekuitas baru. Jadi, prasyarat-nya adalah ekuitas baru," tambahnya.

Perusahaan multinasional di Indonesia mulai berguguran. Sebelum ini, Nikon yang merupakan produsen kamera asal Jepang mengumumkan kabar yang mengejutkan. Nikon menyampaikan penghentian operasi mereka di Indonesia mulai besok, Kamis (22/10/20). Hari ini merupakan terakhir Nikon beroperasi.

"Setelah hampir 8 tahun perjalanan Nikon Indonesia, kami informasikan bahwa hari ini tanggal 21 Oktober 2020 adalah hari terakhir Imaging Division PT. Nikon Indonesia beroperasi di Indonesia," jelas Nikon dalam pengumuman resminya, di akun Instagram Rabu (21/10/20).

Namun, Nikon akan tetap memberikan layanan dan support kepada para pengguna Nikon di Indonesia dengan mengintegrasikan seluruh kegiatan sales, marketing dan service ke PT. Alta Nikindo selaku distributor resmi Nikon di Indonesia.

"Kami ucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas dukungan dan kerjasamanya yang membuat Nikon menjadi salah satu brand fotografi terpercaya di Indonesia," jelas Nikon.

Tanda-tanda Nikon menutup bisnisnya di Indonesia, mulai tampak saat Nikon mengumumkan penonaktifan kartu dan layanan Nikon Z Privilege Membership mulai 21 Oktober 2020 pukul 23.59 WIB.



(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading