Internasional

Mengapa PM Baru Jepang Pilih RI & Vietnam Jadi yang Pertama?

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
21 October 2020 12:53
Presiden Joko Widodo terima kunjungan Perdana Menteri (PM) Jepang Yoshihide Suga di Istana Bogor, Selasa (20/10/2020). (Biro Pers Sekretariat Presiden/Laily Rachev)

Jakarta, CNBC Indonesia - Perdana MenteriĀ Jepang Yoshihide Suga mendarat di Indonesia, kemarin Selasa (20/10/2020). Ini merupakan lawatan pertamanya setelah menjadi PM Jepang, bulan lalu.

Sejumlah hal dibahas Suga dan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dalam pertemuan di Istana Bogor. Termasuk ASEAN Covid-19 Responde Fund dan travel corridor arrangemet bagi bisnis.




Sebelum bertolak ke Jakarta, Suga terlebih dahulu datang ke Vietnam. Bukan hanya bisnis, perjanjian militer juga dibuat.

Lalu mengapa RI dan Vietnam yang dipilih untuk dikunjungi pertama?



Dikutip dari Reuters, pemilihan kedua negara tak lain karena Laut China Selatan. Penasehat khusus Suga, mantan diplomat Kunihiko Miyake sempat berujar soal ini.

"Saya pikir penting untuk menunjukkan ... kami lebih menekankan dan mementingkan wilayah itu dan kami tertarik pada situasi keamanan, terutama di Laut China Selatan," katanya.

Sebenarnya AS memang telah jadi teman 'prioritas' Jepang. Namun saat ini dengan tingginya corona, AS pun juga bukan menjadi pilihan yang tepat.

Apalagi saat ini Vietnam adalah Ketua ASEAN. Belum lagi Indonesia yang masuk dalam G-20.

Sementara itu, pengamat dari ISEAS-Yusof Ishak Institute yang berbasis di Singapura Ha Hoang Hop mengatakan pertahanan menjadi kunci lawatan "Meningkatkan kerja sama pertahanan akan menjadi 'poin kunci'," tegasnya.

Perjalanan Suga dilakukan pasca pertemuan Jepang dengan negara QUAD, yang terdiri dari AS, India dan Australia. Kelompok ini sebelumnya mengecam 'hegemoni' China di Asia dan rata-rata memiliki masalah dengan China.

Vietnam, dikatakan Hop bisa saja ikut kelompok ini karena bermasalah soal Pulau Paracels di Laut China Selatan (LCS) dengan China. Sedangkan Indonesia mungkin akan mengambil posisi netral meski tetap waspada karena China kerap masuk ke wilayah Natuna.

Kunjungan Suga juga bertepatan dengan upaya Jepang untuk mendiversifikasi rantai pasokannya dan mengurangi ketergantungan pada China. Jepang akan merelokasi kegiatan manufaktur-nya dan menempatkan lebih banyak di Asia Tenggara.


[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading