Hingga September, APBN Sudah Tekor Rp 682 T

News - Lidya Julita S, CNBC Indonesia
19 October 2020 14:33
Menteri Keuangan Sri Mulyani menghadiri Rapat Paripurna DPR dengan agenda tanggapan Pemerintah terhadap Pandangan Fraksi atas RUU tentang P2 APBN TA 2019. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Keuangan mencatat defisit anggaran hingga akhir September 2020 telah mencapai 4,26% terhadap Produk domestik Bruto (PDB). Artinya, hingga bulan lalu APBN telah tekor Rp 682,1 triliun.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, realisasi defisit ini masih berada dalam batas yang ditetapkan pemerintah di Perpres 72 sebesar 6,34% di tahun ini.

"Defisit ini masih sesuai dengan Perpres 72 dari tren kita," ujarnya melalui video conference, Senin (19/10/2020).

Namun, ia menekankan defisit ini jauh lebih baik dari negara lainnya yang melebarkan defisitnya hingga di atas 10% dan bahkan ada yang capai 20%.

Negara lainnya yang dimaksud seperti Amerika Serikat (AS) defisit 18,7% di tahun ini dan di tahun depan 8,7%, Perancis dari 10,8% di tahun ini menjadi 6,5% di tahun depan hingga Jepang defisitnya tahun ini 14,2% dan tahun depan 6,4%.

"Perlu diingat Rp 682,1 triliun itu, defisit diberbagai negara lain bahkan capai belasan bahkan 20'an persen. Jadi kalau Indonesia defisit 4,16% dan pertumbuhan ekonominya sekitar minus 2% hingga -0,6% di kuartal III. Jadi Indonesia lebih baik daripada peer groupnya," jelasnya.

Adapun defisit anggaran ini disebabkan penerimaan negara yang lebih rendah dibandingkan belanja pemerintah. Kondisi ini disebabkan oleh semua sektor bisnis pembayar pajak negara mengalami tekanan yang dalam.

Hingga akhir September penerimaan negara tercatat Rp 1.159 triliun atau 68,2% dari target. Penerimaan ini terkontraksi dalam hingga 13,7%.

Sedangkan, di sisi lain belanja negara terus tumbuh hingga 15,55 atau Rp 1.841,1 triliun hingga akhir September 2020.



[Gambas:Video CNBC]

(dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading