Kondisi Mal DKI Sudah Berdarah-darah, Ini Faktanya

News - Muhammad Choirul Anwar, CNBC Indonesia
17 October 2020 10:55
Senayan City (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sejak awal pandemi Covid-19 khususnya saat pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta berdampak pada lesunya bisnis pusat perbelanjaan.

Diterapkannya PSBB secara otomatis membuat mal menjadi sepi pengunjung. Ini tentunya berdampak pula pada penurunan pendapatan dari para pemilik toko (tenant). Pada akhirnya, para pemilik toko kesulitan membayar biaya sewa toko, bahkan mengurangi jumlah karyawan.

Mencoba bangkit saat PSBB ketat mulai dilonggarkan dan memasuki PSBB transisi, namun nyatanya tidak semudah itu. Hal ini dikarenakan beberapa pekan terakhir DKI Jakarta juga dihebohkan dengan adanya aksi unjuk rasa sejumlah pihak, mulai dari buruh, mahasiswa, hingga koalisi masyarakat sipil dalam rangka menolak Undang-Undang tentang Cipta Kerja (UU Ciptaker) yang baru saja disahkan dua pekan lalu oleh Dewan Perwakilan Rakyat RI. Seringnya aksi unjuk rasa disebut juga berdampak pada semakin sepinya pengunjung pusat perbelanjaan, terutama yang berada di pusat kota atau area yang dilintasi pengunjuk rasa.


Apa saja tekanan yang dihadapi pusat perbelanjaan di DKI Jakarta? Berikut fakta dan datanya.

1. PSBB Ketat DKI Jakarta Sampai 2 Kali, Traffic Anjlok
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2 3 4
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading