Pastikan Penumpang Terbang Aman, Angkasa Pura Lakukan Hal Ini

News - Wilda Asmarini, CNBC Indonesia
17 October 2020 07:00
Penumpang pesawat mengalami lonjakan selama periode libur panjang pekan ini. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Angkasa Pura II (Persero) meluncurkan dua konsep manajemen keamanan di sektor kebandarudaraan nasional guna menjamin kesehatan dan pencegahan infeksi Covid-19 pada penumpang maupun pekerja maskapai dan bandara.

President Director PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin mengatakan dua konsep manajemen tersebut yaitu biosecurity management dan biosafety management. Menurutnya hal ini sekaligus langkah nyata perseroan dalam menciptakan atmosfer yang dapat menjaga kepercayaan serta keyakinan publik terhadap sektor penerbangan.

"Ini juga merupakan upaya PT Angkasa Pura II agar penerbangan tetap optimal berkontribusi dalam mendukung aktivitas masyarakat serta mendukung perekonomian," jelasnya dalam keterangan resmi perusahaan pada Jumat (16/10/2020).


Dia menjelaskan biosecurity management yaitu upaya yang dilakukan untuk melindungi publik dari bahaya Covid-19. Hal ini dilakukan melalui program antara lain sebagai berikut:

1. Physical distancing: kewajiban menjaga jarak di setiap area bandara

2. Health screening: pemeriksaan suhu tubuh, pengecekan hasil rapid test/PCR test

3. Passenger touchless processing: lebih banyak fasilitas tanpa sentuhan, misalnya di elevator, toilet, area parkir kendaraan dan area lainnya

4. Facility cleanliness: disinfeksi rutin seluruh fasilitas bagi penumpang

5. People protection: kewajiban penggunaan alat pelindung diri (APD) misalnya masker bagi setiap orang di terminal, baik penumpang maupun staf bandara.


Sementara biosafety management dilakukan melalui program:

1. Biohazard Precautions: Upaya pencegahan dan tindakan perlindungan kesehatan pengguna jasa bandara dari ancaman wabah virus Covid-19.

2. Environment screening: Menjaga agar lingkungan tetap bersih dan sehat misalnya penerapan sirkulasi udara yang baik, penggunaan UV sterilizer, serta ke depannya penggunaan plasma cluster dan HEPA filter di terminal

3. Testing lab facilities: Bandara Soekarno-Hatta rencananya akan memiliki fasilitas laboratorium guna melakukan pengetesan Covid-19 terhadap penumpang

4. Infrastructure sterilization: Dilakukan disinfeksi di setiap bangunan di bandara

5. Public health assurance: bandara perseroan memiliki protokol penanganan di bandara bagi pihak yang terindikasi terinfeksi Covid-19.

"Penerapan biosafety dan biosecurity management harus dilakukan secara simultan, tidak bisa sendiri-sendiri, karena kedua konsep tersebut saling melengkapi untuk menciptakan Airport Public Health Security," jelasnya.


Tingkatkan Kepercayaan Penerbangan Internasional

Awaluddin juga mengatakan bahwa kedua konsep manajemen ini merupakan langkah untuk meningkatkan kepercayaan penerbangan di rute internasional. Di dalam waktu dekat, Bandara Soekarno-Hatta akan terhubung langsung dengan Changi di Singapura melalui Reciprocal Green Lane dalam program Safe Travel Corridor. PT Angkasa Pura II juga berencana menjalankan program Airport Corridor Arrangement Initiatives.

"Kedua hal ini harus dilakukan dengan memastikan penerapan protokol kesehatan yang memiliki standar sama di setiap bandara," ujarnya.

Menurutnya, di tengah pandemi ini, protokol kesehatan di bandara menjadi sangat penting dan mungkin saja menjadi salah satu persyaratan untuk konektivitas internasional bagi sejumlah negara.

"Bandara Soekarno-Hatta siap untuk itu karena telah mengadopsi biosecurity dan biosafety management," ujarnya.

Adapun Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara Kualanamu saat ini menjadi dua bandara di Indonesia yang telah mengantongi sertifikat ISO 45001 karena telah memiliki Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja untuk kategori tingkat 'lanjutan' (advanced). Sedangkan bandara lain di dalam negeri belum ada yang berhasil mengantongi sertifikat ini.


[Gambas:Video CNBC]

(wia)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading