PPKM Level 4

Fenomena Bandara Soetta Makin Sepi, Penumpang Anjlok Parah!

News - Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
26 July 2021 13:25
Warga Negara Asing (WNA) tiba dibandara Soekarno Hatta Terminal 3, Tangerang, Banten, Kamis (22/7/2021). Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly merevisi aturan dalam Permenkumham Nomor 26 Tahun 2020 tetang Bisa dan izin tinggal dalam masa adaptasi kebiasaan baru. Dengan revisi itu, pemerintah membatasi kedatangan warga negara asing (WNA) selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 4.(CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Dampak pembatasan yang makin ketat mobilitas masyarakat di tengah naiknya kasus Covid - 19 membuat aktivitas di bandara dan operasi maskapai menurun. Efek pembatasan, jumlah penumpang pesawat udara yang turun drastis. Bahkan di Bandara Bandung pekan lalu, beberapa penerbangan harus dibatalkan maskapai penerbangan karena sepi penumpang.

Senior Manager of Branch Communication and Legal Bandara Soekarno Hatta, M. Holik Muwardi mengatakan saat PPKM Darurat berlangsung memang terjadi penurunan penumpang.

"Biasanyaa saat pandemi penumpang mencapai 60.000 - 70.000 orang namun saat ini penumpang hanya sekitar 10 ribu - 15 ribu saja," jelasnya kepada CNBC Indonesia, Senin (26/7).


Sementara untuk pergerakan pesawat di masa pandemi biasanya 500 - 700 penerbangan per hari, tapi semenjak PPKM Darurat berlangsung sekitar 250 - 280 penerbangan per hari.

Ia menjelaskan penurunan penumpang ini sejalan dengan imbauan pemerintah, masyarakat tidak akan melakukan perjalanan kecuali untuk keperluan mendesak. Selain itu syarat perjalanan udara makin ketat, selain tes Covid-19, juga harus sudah divaksin.

Sebelumnya Direktur Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin menjelaskan semenjak adanya pemberlakuanĀ PPKM Darurat Jawa - Bali pada 3 - 20 Juli 2021 jumlah penumpang di bandara AP II mengalami penurunan signifikan.

"Imbauan pemerintah agar masyarakat mengurangi mobilitas dipatuhi. Di Bandara-bandara AP II penurunan jumlah penumpang mencapai sekitar 70% per hari selama PPKM Darurat dan ini menandakan bahwa perjalanan yang dilakukan hanya yang bersifat mendesak," ujar Awaludin dalam rilis (21/7).

Indonesia National Air Carriers Association (INACA), memprediksi pemulihan industri penerbangan Indonesia diprediksi pada awal 2022 untuk penerbangan domestik. Lalu untuk penerbangan internasional mulai membaik pada akhir 2023, dan optimal pada tahun 2026.

Tapi untuk meraih capaian itu perlu dukungan pemerintah. Mulai dari kebijakan yang mendukung peningkatan industri penerbangan dan vaksinasi nasional. Karena tingkat vaksinasi masih menjadi kunci perbaikan.

Adanya PPKM Darurat atau Level 4/Level 3 juga belum merubah prediksi itu. Hal ini dipastikan oleh Sekretaris Jenderal INACA Bayu Sutanto. "Ya, belum ada indikator baru yang mengubah proyeksi," jelasnya kepada CNBC Indonesia.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Gebrakan Erick, Pesawat Asing Bakal Tak Bebas Mendarat di RI


(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading