Sidak ke Lolong Guba, Mentan Kebut Food Estate di Pulau Buru

News - CNBC Indonesia, CNBC Indonesia
04 October 2020 18:19
Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo melakukan kunjungan kerja optimalisasi lahan di Desa Margo Mulyo, Kecamatan Kao Barat, Kabupaten Halmahera Utara, Pulau Buru, Kepulauan Maluku, Minggu (4/10/2020). Dok.Kementan

Halmahera, CNBC Indonesia - Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo melakukan kunjungan kerja optimalisasi lahan di Desa Grandeng, Kecamatan Lolong Guba, Kabupaten Buru, Provinsi Maluku, Minggu (4/10/2020).

Di sana, Mentan memantau jalannya produktivitas pertanian di Pulau Buru yang memiliki skala produksi mencapai 8 ton dalam sekali panen.

Menurut Syahrul, capaian tersebut bahkan bisa bertambah banyak mengingat kondisi alam di Pulau Buru sangat menjanjikan.


"Caranya adalah varietas harus lebih bagus, budidaya yang diolah lebih dikembangkan, pupuk harus berimbang. Selain itu kita persiapkan pompa air pascapanen lebih rapih lagi agar bisa dimanfaatkan dengan maksimal," katanya, dalam siaran pers, Minggu (4/10).

Menurut Mentan, kunjungan ke Halmahera merupakan perintah Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) untuk melihat daerah yang bisa dikembangkan serta dioptimalkan menjadi kekuatan ketahanan pangan khususnya di kawasan Indonesia Timur.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo melakukan kunjungan kerja optimalisasi lahan di Desa Margo Mulyo, Kecamatan Kao Barat, Kabupaten Halmahera Utara, Pulau Buru, Kepulauan Maluku, Minggu (4/10/2020). Dok.KementanFoto: Mentan Syahrul Yasin Limpo melakukan kunjungan kerja optimalisasi lahan di Desa Grandeng, Kecamatan Lolong Guba, Kabupaten Buru, Provinsi Maluku, Minggu (4/10/2020). Dok. Kementan

"Oleh karena itu Pulau Buru menjadi pilihan dan tentu akan kami optimalkan yang ada disini. Insya Allah pendekatan-pendekatan food estate seperti yang diharapkan Presiden kita coba terapkan disini," kata mantan Gubernur Sulawesi Selatan ini.

Sebagai informasi, saat ini pemerintah sedang membangun pertanian integrasi food estate di sejumlah daerah. Food estate merupakan program dari beberapa macam komoditas yang ada, termasuk kebutuhan beras sebagai kebutuhan utama masyarakat Indonesia.

Bukan hanya itu saja, food estate juga membangun komoditas berbagai perkebunan, hortikultura, tanaman pangan, dan peternakan.

Terkait rencana tersebut, Mentan meminta kepada seluruh jajaran Kementerian Pertanian (Kementan) untuk turun tangan dalam memberikan bantuan berupa pupuk, bibit, alsintan, serta sarana dan prasana lainnya.

"Mari kita rubah peradaban karena di Pulau Buru banyak sekali yang bisa dijadikan penggedor laju sektor pertanian. Saya akan terus mengawal dan mendukung segala upaya penanam didaerah ini," katanya.

Perlu diketahui, Kabupaten Buru memiliki luas baku sawah seluas 7,328 hektare. Bahkan di tahun 2019 panen padi mencapai 12,457 hektare dengan produktivitas 47,610 ton GKG atau setara 27,314 ton beras.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading