Pandemi Tak Halangi Mahasiswa Vokasi Hasilkan Karya Teknologi

News - Ferry Sandi, CNBC Indonesia
01 October 2020 18:47
Jokowi Resmikan Gedung Vokasi Universitas Diponegoro. Dok: Ist

Jakarta, CNBC Indonesia - Di masa pandemi ini, mahasiswa vokasi mendapat tantangan dalam melakukan pembelajaran praktik, namun tetap dituntut untuk bisa menghasilkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat. Agar gaung karya yang dihasilkan bisa terdengar, salah satu terobosan yang bisa dilakukan adalah dengan pameran teknologi secara virtual.

Langkah ini dilakukan daerah yang jauh dari Jakarta yakni Politeknik Negeri Madura dengan mengenalkan sejumlah karya yang dihasilkan mahasiswa. Yakni Robot lengan pengelas berbasis mikrokontroler, Prototype robot pemotong rumput dengan kontrol android, Rancang bangun mesin pembersih gulma tanaman pagi di sawah, Rancang bangun pariwisata berbahan dasar PVC.

Kemudian sistem infus pintar yang terintegrasi dengan sistem android, desain lampu celup bawah air penarik perhatian ikan untuk diterapkan pada kapal
tradisional, serta Rancang bangun mesin pemotong untuk tulisan pada karangan bunga dengan bahan styrofoam.


"Tujuannya sangat simple tetapi pengaruhnya luar biasa, apa yang kita hasilkan bisa dilirik dunia industri sehingga terjalin kerjasama antara Poltera dengan industri," kata Direktur Poltera Arman Jaya, Kamis (1/10).

Menurutnya secara pribadi, karya teknologi yang paling menarik dan perlu dilirik industri ialah mesin pemotong styrofoam untuk karangan bunga dan abjad tulisan. Sebab, hal ini dinilai cukup efisien waktu dan tenaga keterampilan bagi pelaku usaha. Potensi ini perlu dikembangkan lebih jauh.

"Ini juga merupakan bagian dari program kementerian untuk memberikan informasi tentang modernisasi industri dari hasil karya mahasiswa," katanya.

Langkah untuk mengenalkan hasil produk mahasiswa ke masyarakat dan industri perlu dilakukan. Pasalnya, karya tersebut perlu mendapat feedback dari industri. Apalagi, saat ini sudah ada Forum Pengarah (Rumah) Vokasi.

Kehadiran Forum Pengarah Vokasi (Rumah Vokasi) dari kalangan pengusaha diproyeksikan bakal membuat banyak perubahan bagi standar lulusan SMK. Para praktisi yang sudah lama berkecimpung di dunia profesional bakal diarahkan untuk mengembangkan program Kemendikbud itu.

Demi menyerap mahasiswa yang berpotensi itu, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Rosan Roeslani menyebut sudah ada lebih dari 2.600 perusahaan yang tergabung dalam Kadin sudah mengantre dalam menerima pelajar Vokasi.

"Kita tinggal inline kan dengan program Kemendikbud. Karena program Vokasi pembagiannya 30% teori dan - 70% magang atau praktik," jelasnya beberapa waktu lalu.


[Gambas:Video CNBC]

(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading