Internasional

Corona Makin Parah, Inggris Disebut Bersiap Lockdown

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
28 September 2020 12:17
FILE - In this file photo dated April 17, 2020, showing empty streets in Leicester to help curb the spread of the coronavirus. The English city of Leicester is reported Sunday June 28, 2020, to be suffering from a spike in coronavirus cases, leading to speculation that the city could be subject to Britain's first local COVID-19 lockdown later this week. (Joe Giddens/PA via AP)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Inggris berencana untuk memberlakukan penguncian total atau lockdown di sebagian besar wilayah Inggris utara dan termasuk London.

Langkah ini diambil untuk memerangi dan menekan gelombang kedua wabah virus corona (Covid-19).

Hal ini terungkap lewat laporan The Times pada Minggu (27/9/2020) malam. Ini dilakukan guna melawan serangan pandemi corona (Covid-19).




Dalam aturan lockdown terbaru tersebut, pemerintah Inggris akan menutup semua pub, restoran, dan bar selama dua minggu pertama.

Laporan tersebut menambahkan bahwa perkumpulan anggota rumah tangga juga akan dilarang, tanpa batas waktu, untuk bertemu satu sama lain di lokasi dalam ruangan.

Inggris pekan lalu memberlakukan aturan baru yang mengharuskan orang untuk bekerja dari rumah jika memungkinkan. Mereka juga telah memerintahkan restoran dan bar tutup lebih awal, dan hanya boleh beroperasi hingga jam 10 malam.

"Aturan ini sendiri mungkin berlangsung selama enam bulan" tulis Reuters mengutip media itu. Selain itu, aturan pencegahan penularan seperti memakai masker dan menjaga jarak juga diperketat, dengan ancaman denda yang sangat tinggi.

Tetapi sekolah dan toko diizinkan tetap buka, bersama dengan pabrik dan kantor yang stafnya tidak dapat bekerja dari rumah.

Menurut data Worldometers per Senin (28/9/2020), Inggris kini memiliki 434.969 kasus positif, dengan 41.988 kematian, menjadikannya negara ke-14 dengan kasus corona terbanyak di dunia.


Pada akhir pekan demo terjadi di London menolak lockdown. Polisi bahkan bentrok dengan pengunjuk rasa di sebuah protes di pusat kota.

Petugas menggunakan tongkat untuk mengendalikan massa. Ini terjadi pasca pendemo melempar botol dan air saat berkumpul di Trafalgar Square.

Setidaknya, dilaporkan BBC International, ada 12 orang terluka, 3 pendemo dan 9 petugas. Sementara dua polisi cedera berat dibawa ke rumah sakit dan 16 orang pendemo ditangkap.

Polisi menegaskan protes dibubarkan karena tidak ada pembatasan sosial. Ini merupakan protes kedua, setelah Sabtu, ribuan orang berkumpul di London untuk memprotes tanpa menggunakan masker.

Protes sebenarnya masih diperbolehkan. Namun harus menjaga jarak sosial untuk menekan risiko meski ada aturan baru di Inggris yang melarang pertemuan di dalam atau luar ruangan yang lebih dari 6 orang.


[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading