Erick Thohir Kerahkan Hotel BUMN untuk Isolasi Mandiri Covid

News - Monica Wareza, CNBC Indonesia
24 September 2020 20:00
Penandatanganan Akta Jual Beli Holding RS BUMN Tahap II yang diselenggarakan Jumat, 7 Agustus 2020 pagi di Synergy Lounge, Kementerian BUMN. Ist

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian BUMN di bawah Erick Thohir bakal menyiapkan hotel BUMN untuk isolasi mandiri serta bagi orang tanpa gejala (OTG) dan orang dalam pemantauan (ODP) Covid-19. Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Utama PT Hotel Indonesia Natour (Persero) atau HIN Iswandi Said.

Dia mengatakan OTG dan ODP merupakan orang yang sudah positif Covid-19. Sehingga dalam penanganannya pihaknya melakukan kerjasama dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI). "Dan baru semalam rapat koordinasi (Rakor) dengan PHRI untuk OTG dan ODP," paparnya dalam acara NGOPI BUMN secara daring, Kamis, (24/09/2020).

Mengenai penunjukkan hotel nantinya akan dilakukan langsung oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Artinya hotel yang ada di Indonesia dan berada di bawah PHRI akan memberikan nama-nama hotel mereka, namun hotel mana yang akan dipilih akan ditentukan Gugus Tugas.


"Penunjukan dari Gugus Tugas. Mereka yang tentukan hotel mana yang dipilih karena OTG dan ODP tidak boleh campur dengan isolasi mandiri. Satu gedung isolasi dan pengawasan Satgas," tegasnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, saat ini sedang dalam proses pendataan, di antaranya di Bali, Sumatera Utara, Sumatera Selatan. Menurutnya berdasarkan diskusi yang telah dilakukan kira-kira ada sekitar 13 kota yang tingkat positif Covid-19 nya tinggi. Sehingga tidak mungkin ditampung oleh semua rumah sakit yang ada.

"Sehingga ditampung di hotel bintang dua dan tiga. Ini sedang dalam kajian, data hotel, menentukan hotel mana yang akan ditunjuk tampung OTG dan ODP," jelasnya.

Sementara itu menurutnya ada juga masyarakat yang datang ke hotel untuk melakukan isolasi mandiri seperti di Wisma Atlet. Rata-rata mereka mengambil kamar untuk isolasi selama 14 hari, mereka bukan pasien positif namun suspek.

"Biasanya mereka ambil kamar 14 hari isolasi mandiri, mereka bukan positif mereka suspek, mereka aktivitas biasa. Yang OTG dan ODP ditangani bersama dengan Gugus Tugas masing-masing daerah, dibantu Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) setempat," tuturnya.


[Gambas:Video CNBC]

(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading