Drone Bakal Berseliweran di Lumbung Pangan RI, Kok Bisa?

News - Chandra Gian Asmara, CNBC Indonesia
23 September 2020 15:57
Drone Gray Eagle (Dok. General Atomics Aeronautical Systems)

Jakarta, CNBC Indonesia - Perkembangan teknologi Internet of Things (IoT) atau peralatan yang terkoneksi dengan internet saat ini sudah bisa dirasakan oleh sebagian masyarakat dunia. Kini, kehidupan manusia sudah bisa berdampingan dengan teknologi canggih, yang serba internet. Konsep ini akan diterapkan dalam pengembangan lumbung pangan di Kalimantan Tengah.

Teknologi IoT merupakan konsep di mana suatu objek tertentu memiliki kemampuan untuk mentransfer data lewat jaringan tanpa memerlukan interaksi dari manusia ke manusia atau dari manusia ke perangkat komputer secara fisik.

Seperti film Iron Man, yang mengandalkan artificial intelligence (AL) untuk membantu Tony Stark dalam mengerjakan segala aktivitasnya, baik di rumah maupun pada saat bertempur di medan perang.


Pemerintah, pun akan menggunakan teknologi serupa dalam program lumbung pangan raksasa (food estate). Nantinya, teknologi tersebut akan digunakan untuk mempercepat tanaman yang ada.

"Internet of Things akan dimainkan di sana untuk mempercepat proses tanam yang ada," kata Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dalam konferensi pers, Rabu (23/9/2020).

Syahrul mengatakan, pemerintah sudah menyiapkan sistem alat pertanian yang canggih untuk program food estate. Selain internet of things, pemerintah juga akan menggunakan drone untuk memantau kondisi tanaman.

"Traktor di atas 1.200 juga ada mekanisme penaburan benih, sistem pupuk, kemudian ada drone yang juga berjalan," katanya.

Adapun sekitar 30 ribu hektare lahan di Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah yang merupakan lokasi lumbung pangan raksasa diharapkan rampung pada Oktober 2020.

Eks Gubernur Sulawesi Selatan itu mengatakan saat ini pemerintah sudah mulai menggarap lahan-lahan tersebut. Adapun waktu pengerjaannya diperkirakan mencapai kurang lebih satu bulan lebih.

"Kurang lebih 48 hari, Insya Allah pengelola lahan sudah selesai," kata Syahrul.

Presiden Joko Widodo ((Jokow) akan datang ke lokasi tersebut pada minggu pertama Oktober 2020 untuk mengecek pengerjaan food estate. Jokowi, pun akan memimpin sendiri kick off food estate di kawasan tersebut.

"Saya kira setelah kick off, 48 hari sesudah itu Insya Allah penanaman sudah rampung untuk 30 ribu hektare. Sebagai contoh untuk masuk pada 2021, di sekitar 80 ribuan sampai kurang lebih 164.598 hektare," katanya.


[Gambas:Video CNBC]

(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading