Skenario Covid-19 RI Selesai Akhir 2021 & Hidup Normal 2022

News - M Iqbal, CNBC Indonesia
23 September 2020 13:52
Suasana kemacetan terjadi di Tol Halim mengarah ke Tol Dalam Kota, Cawang, Jakarta Timur, kemacetan kembali terjadi di Tol dalam kota Gatot Subroto, Jakarta. 15/6/20.(CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sekretaris Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Raden Pardede buka-bukaan soal strategi dan pemulihan ekonomi nasional di tengah pandemi Covid-19. 



Paparan yang juga merespons beredarnya dokumen yang diperoleh CNBC Indonesia itu memang menunjukkan pandemi akan tuntas di akhir 2021. So, memasuki awal 2022 maka pemerintah melihat skenario hidup normal akan terjadi.

"Ini supaya kita bisa memberikan kerangkanya seperti apa sebetulnya dipikirkan oleh KPCPEN. Kita butuh rencana jangka menengah bahkan 2023 mungkin 2024," ujar Raden dalam media briefing, kemarin.

Pemerintah memiliki frame work selesainya pandemi Covid-19. Ia menjelaskan latar belakang di balik pembuatan frame work itu. Salah satunya adalah ketidakpastian yang ditimbulkan oleh pandemi Covid-19. Hal itu tidak hanya dialami oleh Indonesia semata, melainkan juga negara-negara lain di dunia.



"Yang boleh dikatakan hampir pasti adalah kalau pertumbuhan tahun ini negatif, maka pertumbuhan tahun depan menjadi positif. Tapi persoalannya yang utama kita lihat apakah itu sustainable atau tidak," kata Raden.


Penanganan Covid-19Foto: Penanganan Covid-19
Penanganan Covid-19



Raden menjelaskan, kurva di atas menunjukkan pola penularan Covid-19. Pada masa awal. Indonesia berhasil menekan penularan virus corona melalui kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Akan tetapi, setelah itu, kurva menunjukkan naik dan turun.

"Apakah mungkin ada gelombang kedua, gelombang ketiga, berdasarkan yang kita pelajari yang disebutkan dengan Flu Spanyol di tahun 1918-1920, itu naik turun. Jadi pola dari pada Covid-19 ini akan naik turun. Dan itu pula sebetulnya yang kita lihat sekarang apa yang terjadi di Eropa, naik turun," ujar Raden.

"Tapi harapan kita dia tidak akan kembali kepada serangan awal semula seperti yang kita lihat di sebelah kiri. Jadi polanya itu gelombang itu bisa turun dan harapan kita over time dia akan subside, akan merendah, akan turun, akan menjadi flat ke bawah," lanjutnya.



Pria kelahiran Balige, Sumatra Utara, itu lantas memaparkan perihal Jaring Pengaman Kesehatan. Di titik ini, diperlukan partisipasi masyarakat dalam bentuk 3M (mencuci tangan, menjaga jarak, dan memakai masker). Sedangkan peran pemerintah dalan bentuk 3T (testing, tracing, dan treatment). Dengan demikian, Raden bilang ada pembagian peran antara pemerintah dan masyarakat.

Kendati demikian, dia menyebut ketidakpastian itu masih akan menghantui hingga vaksin ditemukan. Hal itu, menurut Raden, akan berpengaruh kepada kepercayaan semua pihak. Oleh karena itu, sekarang adalah masa bertarung untuk pulih, memulihkan kepercayaan, dan adaptasi hingga penyesuaian terhadap kondisi yang ada.

Sekretaris KPCPEN Raden Pardede (CNBC Indonesia/Muhammad Iqbal)Foto: Sekretaris KPCPEN Raden Pardede (CNBC Indonesia/Muhammad Iqbal)



"Jadi virus itu akan naik turun sampai vaksin ditemukan. Sementara itu pemerintah dalam hal ini KPCPEN tentu punya target-target. Bagaimana target jangka pendek adalah bagaimana kita berusaha keras untuk mencegah resesi. Itu yang dilakukan oleh pemerintah sekarang. Untuk jangka yang lebih panjang, targetnya adalah bagaimana supaya kita kembali ke masa pra Covid-19. Artinya kita bisa kembali bertumbuh ke arah lima persenan secara berkesinambungan," kata Raden.

"Jadi, masa ketidakpastian ini masih terus dan kita harus berjaga-jaga di situ, masa ketidakpastian sampai dengan vaksin ditemukan. Dan sesudah itu, kalau vaksin sudah ditemukan dan kemudian bisa kita distribusikan dengan baik baru kita bisa melihat kepercayaan dan harapan rasa aman muncul. Itulah yang kemudian baru kita masuk ke fase yang kami sebutkan nanti masa transformasi atau masa bertumbuh ekonomi kita secara sustainable. Tapi masa sampai vaksin ini kita sebetulnya masa menyesuaikan, masa bertarung yang kita sebutkan tadi," lanjutnya.


[Gambas:Video CNBC]

(dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading