APBN Sudah Tekor Rp 500 T per Agustus 2020, Tembus 3,05% PDB

News - Lidya Julita S, CNBC Indonesia
22 September 2020 11:32
Sri Mulyani hadiri konferensi Pers APBN KiTa Edisi Feb 2019. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Realisasi APBN sampai Agustus 2020 sudah mengalami defisit hingga 3,05% dari PDB [Produk Domestik Bruto]. Defisit ini setara dengan Rp 500,5 triliun.

Berdasarkan data APBN Kita September yang merupakan realisasi sampai Agustus 2020, terlihat pos pendapatan negara mencapai Rp 1.034,1 triliun atau mengalami negatif growth 13,1% dibandingkan realisasi tahun lalu sampai Agustus 2019.

Sementara pos belanja negara tercatat lebih besar hingga Rp 1.534,7 triliun. Sehingga ada defisit yang mencapai Rp 500,5 triliun atau tercatat 3,05% dari PDB.


Berdasarkan Perpres 72 tahun 2020 defisit di 2020 'diperbolehkan' mencapai 6,34% PDB atau Rp 1.039,2 triliun.

"Penerimaan perpajakan Rp 798,1 triliun atau 56% dari target. Angka ini adalah kontraksi 13,4% dibandingkan tahun lalu," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan APBN Kita, Selasa (22/9/2020).

Sementara belanja naik menjadi Rp 1.534,7 triliun atau naik 10,6% dari tahun lalu. Belanja pemerintah pusat melonjak 14% mencapai Rp 977,3 triliun.

"Artinya berbagai tindakan untuk lakukan akselerasi belanja dampak covid-19 mulai terlihat di Agustus 2020 dan akan terus berlangsung," ungkap Sri Mulyani.

Sementara Sri Mulyani pun menjelaskan posisi kas yang defisit hingga Rp 500,5 triliun. "Ini lebih besar dari tahun lalu. Situasi ini harus kita jaga meski kondisi yield SBN terus menurun," katanya.


(dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading