Erick Wajibkan BUMN Beli Produk UMKM, Begini Mekanismenya!

News - Monica Wareza, CNBC Indonesia
19 September 2020 22:09
Menteri BUMN Erick Thohir (CNBC Indonesia/ Cantika Adinda Putri)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang dipimpin Menteri Erick Thohir menyediakan platform khusus untuk UMKM memasarkan produknya kepada perusahaan pelat merah.

Dengan demikian, diharapkan adanya platform khusus ini, maka perusahaan BUMN akan menjadi penyerap atau offtaker dari produk-produk bikinan UMKM di tengah kondisi pandemi Covid-19.

Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengatakan saat ini sudah terdapat sembilan BUMN besar yang ikut dalam platform tersebut.


Melalui platform yang diberi nama PaDi atau Platform Pasar Digital ini, diharapkan BUMN dapat melakukan pemesanan produk dengan tender hingga Rp 14 miliar kepada UMKM.

"Jadi kami buat gabungkan tahap 1 ada 9 BUMN besar pengadaannya besar, transaksinya kita siapkan marketplace, kita adakan pendataan bisa melalui B2B dan B2C," kata Arya dalam webinar bersama BUMN termasuk PT Pertamina, Sabtu (19/8/2020).

Dalam program tersebut terdapat delapan kelompok kegiatan yang bisa diorder penyediaannya jasa maupun barang kepada UMKM. Mulai dari material konstruksi, jasa konstruksi dan renovasi, jasa ekspedisi dan pengepakan serta jasa sewa peralatan mesin.

Lalu ada sewa peralatan dan perawatan mesin, jasa periklanan, jasa catering dan snack serta jasa persewaan furniture.

Dia mengungkapkan terdapat lebih dari 72.000 UMKM sebagai penyedia jasa dan barang dari UMKM yang tergabung di PaDi ini dengan porsi pengadaan bisa mencapai Rp 18,52 triliun.

Sebelumnya Menteri BUMN Erick Thohir telah mengeluarkan kebijakan untuk membatasi pengadaan BUMN dengan kisaran Rp 250 juta-Rp 14 miliar hanya diperuntukkan untuk UMKM.

Dia mengatakan, dengan memprioritaskan UMKM dalam hal pengadaan dinilai dapat menjadi penyeimbang pertumbuhan ekonomi yang tahun ini mengalami penurunan akibat pandemi Covid-19.

"Banyak kegiatan konkret yang dilakukan dengan Pak Teten gimana memastikan tidak hanya pendanaan ultra mikro dan UMKM selalu terjadi tetapi juga buka akses lebih besar ke UMKM. Contohnya program PaDi (Pasar Digital) di mana pengadaan Rp 250 juta-Rp 14 miliar kita keluarkan aturan gak ada BUMN yang ikut tender. Jadi kita bangun ekosistem sehat buat UMKM," kata Erick dalam konferensi pers virtual, Senin (17/8/2020).

Lebih lanjut, dalam kesempatan bersama Arya, VP of Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman mengatakan Pertamina juga mendorong pemberdayaan UMKM.

Dia mengatakan, pandemi Covid-19 ini memberikan dampak khususnya UMKM karena lebih dari 50% mitra binaan Pertamina terdampak pandemi berupa penurunan pendapatan.

"Jadi kami dukung kelangsungan hidup usaha kecil. Pertamina serap produk UMKM disalurkan ke masyarakat atau yang kena dampak Covid-19 lebih dari Rp 3,09 miliar, 3 bulan terakhir dan 10.000 produknya kita gunakan," katanya.

"Jadi kita berdayakan dengan produk mereka, minta produksi vitamin, madu, sabun hand sanitizer, masker dan lainnya sehingga kami serap dan kami pergunakan penyaluran Pertamina untuk cegah Covid-19, jadi bantuan hampir Rp 12 miliar termasuk dukungan rumah BUMN," jelasnya.

Dia menilai permasalahan utama UMKM saat ini ialah pendanaan, selain juga soal administrasi, teknologi dan akses pasar menjadi kendala.

"Mereka belum bankable, susah dapat pinjaman karena di bank ada aturan tertentu yang harus diikuti, itu sulitkan mereka dapatkan pendanaan lebih."

"Secara administrasi mereka ga mampu pencatatan secara komersial, uang dapur dengan uang dompet dicampuraduk, itu jadi kendala yang harus diperbaiki. Teknologi lemah, dengan pandemi untuk bisa inline, jadi tuntutan karenanya Pertamina harus hadir memberikan pelatihan agar bisa adaptasi."

Dalam kesempatan awal September lalu, Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati juga mengatakan perseroan telah menyalurkan dana bagi UMKM sebesar Rp 3,5 triliun sejak 1993. Sebanyak 63.000 UMKM telah didukung perseroan sampai saat ini.

Nicke mengatakan keberadaan UMKM menjadi penopang ekonomi Indonesia, seperti saat terjadi krisis ekonomi pada 1998. Selain itu, UMKM juga menyerap sebanyak 95% tenaga kerja, dengan total investasi di negeri ini sebanyak 56% disumbang dari UMKM.

"Pertamina berikan pelatihan dan juga sediakan pasar-pasar digital UMKM unggulan. Diharapkan UMKM Pertamina bisa tingkatkan kualitas produknya dan memberikan kemudahan pelanggan untuk bisa berinteraksi," jelas Nicke saat konferensi pers secara virtual dalam rangka meluncurkan acara "Pertamina SMEXPO 2020", Selasa (8/9/2020).


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading