Internasional

Kapan Corona Berakhir & Hidup Normal Lagi? Ini Jawaban WHO

News - Rehia Sebayang, CNBC Indonesia
16 September 2020 12:42
The logo of the World Health Organization is seen at the WHO headquarters in Geneva, Switzerland, Thursday, June 11, 2009. The World Health Organization held an emergency swine flu meeting Thursday and was likely to declare the first flu pandemic in 41 years as infections climbed in the United States, Europe, Australia, South America and elsewhere. (AP Photo/Anja Niedringhaus) Foto: Logo World Health Organization (WHO) (AP Photo/Anja Niedringhaus)

Jakarta, CNBC IndonesiaBadan Kesehatan Dunia (WHO) kembali mengeluarkan pernyataan soal kapan berakhirnya corona (Covid-19). Kali ini WHO meminta masyarakat jangan terlalu yakin akan ada kehidupan yang normal dalam waktu dekat.

Setidaknya pandemi akan terus berlangsung hingga 2022. Pasalnya, vaksin yang saat ini tengah dikerjakan belum cukup.


Kepala Ilmuwan WHO, Soumya Swaminathan, mengatakan asosiasi vaksin yang mengumpulkan vaksin dan menyalurkannya ke negara-negara secara adil, Covax WHO, hanya bisa menyediakan ratusan juta saja hingga pertengahan tahun depan.

Artinya, masing-masing dari 170 negara atau ekonomi dunia hanya akan memiliki dosis kecil untuk mengubah pemberlakuan jarak sosial dan kewajiban pemakaian masker. Produksi vaksin baru akan mencapai target 2 miliar di akhir 2021.


"Orang membayangkannya adalah bahwa di bulan Januari Anda memiliki vaksin untuk seluruh dunia dan semuanya akan mulai kembali normal. Bukan begitu cara kerjanya," katanya dikutip dari South China Morning Post, Rabu (16/9/2020).

Ia pun menilai, pertengahan 2021 adalah waktu yang realistis bagi vaksin diterbitkan. Soalnya, awal 2021 adalah masa dunia melihat apakah uji coba yang dilakukan produsen vaksin sukses atau tidak.

Covid-19 muncul pertama kali di Wuhan, China tahun Desember 2019. Sejak itu sudah 29 juta warga dunia terinfeksi corona.

Dari data Worldometers, angkanya mencapai 29.727.253. Sementara angka kematian total sebanyak 939.185 dengan 21.542.361 sembuh.

Ada 213 negara dengan kasus terparah. AS, India, Brasil, Rusia, dan Peru ada di lima teratas.

WHO sendiri akan mengeluarkan pedoman penggunaan vaksin darurat pekan depan.

"Semua uji coba yang sedang berlangsung, memiliki tindak lanjut selama setidaknya 12 bulan, jika tidak lebih lama," katanya.

"Itu adalah waktu yang biasa Anda lihat untuk memastikan Anda tidak mengalami efek samping jangka panjang setelah beberapa minggu pertama."

Ini membuat banyak regulator hendak melakukan listing darurat. Meski dapat dimaklumi, ia mengatakan penting untuk diatur agar tetap aman.

Sementara itu, sejumlah negara memang berlomba-lomba membuat vaksin corona. China misalnya, meyakinkan bahwa vaksin akan bisa diakses pasar lokal pada awal November atau Desember.

Presiden AS, Donald Trump, juga menegaskan vaksin untuk warganya datang tak lama lagi. "Bisa tiga atau empat minggu," katanya dikutip dari AFP.



[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading