Jokowi Tunjuk Mantan Mendag Jadi Dubes RI untuk AS

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
14 September 2020 14:27
muhammad lutfi

Jakarta, CNBC Indonesia - Mantan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi resmi dilantik Presiden Joko Widodo sebagai Duta Besar Republik Indonesia untuk Amerika Serikat (AS) pada Senin (14/9/2020).

Lutfi, yang juga merupakan mantan Ketua Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), menggantikan posisi Mahendra Siregar, yang kini bekerja sebagai Wakil Menteri Luar Negeri RI.



Selama menjabat sebagai Dubes RI di Washington DC nanti, Lutfi akan menjalankan dua program prioritas, yakni memastikan bahwa AS memperpanjang persetujuan fasilitas pembebasan tarif bea masuk (generalized system of preference/GSP) ke Indonesia, dan memulai pembicaraan negosiasi terkait perjanjian dagang bebas terbatas (limited trade deal) dengan AS.

"Saya akan mendorong dan memastikan bahwa persetujuan GSP diperpanjang. Lalu, memulai pembicaraan negosiasi daripada limited trade deal, yaitu barang-barang di AS yang pajaknya kurang dari 5 persen bisa di-nol persen-kan tanpa melalui kongres. Kita memulai negosiasi itu segera, itu prioritas," ujar Lutfi dalam siaran persnya.




Sebelum menjadi Dubes RI untuk AS, Lutfi memiliki jejak karir yang panjang. Pria kelahiran tahun 1969 dari pasangan Firdaus Wadjdi dan Suhartini ini mengawali karirnya sebagai pengusaha.

Ia bersama beberapa rekannya, yakni Erick Thohir, yang kini merupakan Menteri BUMN; Wishnu Wardhana; dan Harry Zulnardy, berinisiatif mendirikan Mahaka Group.

Saat usianya 29 tahun, Lutfi dipercaya untuk menjadi Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia untuk Jakarta Yang Lebih Baik (HIPMI JAYA) periode 1998-2001. Selama periode 2001-2004, Lutfi menjadi Ketua Nasional HIPMI.

Mengantongi gelar sarjana di bidang Economics dari Purdue University, Amerika Serikat, Lutfi ditunjuk oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk masuk ke dalam Kabinet Indonesia Bersatu pada 2005.

Posisi yang ditempati Lutfi di kabinet tersebut sebagai Kepala BKPM. Saat itu usianya masih 36 tahun dan Lutfi tercatat sebagai Kepala BKPM termuda di Indonesia.

Saat memimpin BKPM, Lutfi dinilai berhasil membawa Indonesia masuk dalam 25 Daftar Teratas Tempat Tujuan Investasi versi AT Kearney pada edisi nomor 21. Di bawah kendali Lutfi, Indonesia juga diakui oleh Organisasi Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) sebagai salah satu negara berkembang terbaik.

Di BKPM, Lutfi telah memperkenalkan aspek keterbukaan penuh dan memprakarsai pelayanan terpadu satu pintu (PTSP), yang saat ini menjadi sumber daya tarik bagi para investor asing.

Pada 2008, Lutfi mendapat penghargaan sebagai Pemimpin Muda yang Berpengaruh oleh The World Economic Forum's Young Global Leaders. Ia juga menerima penghargaan Bintang Mahaputra Adipradana, yaitu salah satu penghargaan tertinggi di Indonesia yang diberikan untuk anggota masyarakat sipil.


[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading