Memanas! Venezuela Tangkap Mata-Mata AS Dekat Kilang Minyak

News - Rehia Sebayang, CNBC Indonesia
12 September 2020 18:35
An opposition supporter with his face painted is seen during a rally against the government of Venezuela's President Nicolas Maduro and to commemorate May Day in Caracas Venezuela, May 1, 2019. REUTERS/Ueslei Marcelino

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Venezuela Nicolas Maduro mengatakan negaranya telah menangkap mata-mata Amerika Serikat (AS) pada Jumat (10/9/2020). Mata-mata AS itu ditangkap saat sedang menjalankan tugas pengintaian di kompleks penyulingan terbesar di negara yang sedang mengalami krisis tersebut.

Dalam siaran langsung di televisi pemerintah, Maduro mengatakan pria itu ditangkap pada Kamis di barat laut negara bagian Falcon, tempat dia memata-matai kilang minyak Amuay dan Cardon.

"Mereka menangkap seorang marinir, yang bertugas sebagai marinir di pangkalan CIA di Irak," kata Maduro, menurut Reuters. "Dia ditangkap dengan senjata khusus, dia ditangkap dengan uang tunai dalam jumlah besar, dolar dalam jumlah besar, dan barang-barang lainnya."


Maduro tidak memberikan rincian lebih lanjut, tetapi mengatakan bahwa tersangka tersebut memberikan pernyataan dalam tahanan.

Amuay dan Cardon memiliki Paraguana Refining Center, kilang yang memiliki kapasitas pemrosesan mencapai 971.000 barel per hari (bph). Sayangnya, selama beberapa tahun terakhir kedua kilang telah beberapa kali ditutup akibat salah urus dan kurang pemeliharaan.

Dalam kesempatan terpisah pada hari yang sama, Maduro mengatakan bahwa dalam beberapa hari terakhir pasukan keamanan juga telah menggagalkan rencana untuk menyebabkan ledakan di kilang minyak El Palito, yang berlokasi di negara bagian Carabobo. Namun dia tidak menjelaskan lebih lanjut soal itu.

Pengumuman Maduro itu disampaikan setelah pada bulan lalu Venezuela menghukum dua mantan anggota Baret Hijau AS, dengan hukuman 20 tahun penjara. Hukuman dijatuhkan karena mereka diyakini terlibat dalam serangan yang gagal dilakukan pada Mei.

Departemen Luar Negeri AS dan Gedung Putih belum menanggapi permintaan komentar.


[Gambas:Video CNBC]

(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading