Inflasi Parah, Venezuela Pangkas 6 Angka Nol di Mata Uangnya

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
01 October 2021 20:32
Workers of the health sector take part in a protest due to the shortages of basic medical supplies and for higher wages outside a hospital in Caracas, Venezuela April 17, 2018. REUTERS/Carlos Garcia Rawlins

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Venezuela resmi melakukan redenominasi dengan menghapus enam angka nol di belakang mata uang bolivar. Keputusan ini diberlakukan guna mengurangi dampak hiperinflasi dan memudahkan warga untuk menggunakan uang bolivar.

Per Jumat (1/10/2021), redenominasi tertinggi untuk mata uang baru adalah 100 bolivar, bernilai sedikit kurang dari US$ 25 atau sekitar Rp 356 ribu (asumsi Rp 14.200/US$).

Diketahui tujuh uang kertas bernilai satu juta bolivar atau pecahan tertinggi dan sangat sulit didapat, hanya bisa untuk membeli satu potong roti.


"(Mata uang) bolivar tidak akan bernilai lebih atau kurang; itu hanya untuk memfasilitasi penggunaannya dalam skala moneter yang lebih sederhana," kata bank sentral Venezuela setelah mengumumkan perubahan mata uang, dilansir dari Al Jazeera.

Perubahan ini dimaksudkan untuk membuat transaksi tunai dan akuntansi menjadi lebih sederhana. Diketahui ini seringkali diperumit oleh serangkaian angka nol yang terlalu banyak.

Selain itu inflasi telah menyebabkan bank membatasi berapa banyak uang tunai yang dapat ditarik individu dalam sehari. Ini memaksa masyarakat untuk menggunakan dolar Amerika Serikat (AS) atau metode pembayaran elektronik.

Itu terjadi ketika produk domestik bruto atau PDB Venezuela telah anjlok hingga 80% sejak 2013 akibat jatuhnya harga minyak dan berkurangnya produksi selama beberapa dekade kekurangan investasi.

Bolivar telah kehilangan hampir semua nilainya hanya dalam lebih dari 10 tahun, merosot hampir 73% pada tahun 2021 saja.

Sementara bank sentral Venezuela tidak lagi mempublikasikan statistik inflasi, Dana Moneter Internasional memperkirakan bahwa tingkat negara itu pada akhir 2021 akan berada di 5.500%.

Bolivar kehilangan tiga angka nol dengan skema redenominasi pada tahun 2008 di bawah kepemimpinan mendiang Presiden Hugo Chavez. Penggantinya, Presiden Nicolas Maduro saat ini, menghilangkan lima nol pada 2018.

Bank mengatakan mereka akan membekukan operasi selama beberapa jam antara Kamis dan Jumat untuk melakukan penyesuaian atas perubahan tersebut.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Iran & Venezuala 'Bersatu' Soal Minyak, Hadapi Sanksi AS


(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading