Sri Mulyani Bicara Dampak PSBB: Luar Biasa Serius!

News - Lidya Julita S, CNBC Indonesia
11 September 2020 18:20
Karyawan melayani pelanggan yang melakukan perawatan rambut di Alfons Salon, Jakarta, Senin (19/6/2020). CNBC Indonesia/Tri Susilo 

Pemprov DKI Jakarta melakukan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi membuka kembali operasional unit usaha salon dan tata rambut dengan menerapkan protokol kesehatan sesuai anjuran seperti pengukuran suhu tubuh, penggunaan masker bagi karyawan dan konsumen salon, sterilisasi peralatan, pemakaian pelindung wajah bagi karyawan, dan sistem reservasi bagi konsumen.   

Rina Rengganis selaku General Meneger mengatakan karena anjuran protokol pemerintah tentang Covid-19, jumlah karyawan yang bekerja di Alfons & Haircode Salon juga melakukan swab tes sebelum masuk dan jumlahnya kita batasi menjadi sekitar 50 persen karyawan. Dan mereka akan menyetujui protokol untuk menaati protokol ini,

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menilai Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) menjadi salah satu protokol Kesehatan yang harus dilakukan untuk menekan penyebaran Covid-19. Namun, di sisi lain, PSBB justru memberikan dampak yang buruk bagi perekonomian.

Menurutnya, PSBB berdampak pada kontraksi perekonomian tidak hanya di Indonesia tapi hampir seluruh negara di dunia.

"PSBB atau bahkan di berbagai negara mereka melakukan penutupan total atau lockdown memberikan dampak yang luar biasa serius terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat," ujarnya dalam penyambutan mahasiswa baru ITB yang dikutip Jumat (11/9/2020).

Lanjutnya, di Indonesia PSBB mulai dilakukan sejak awal Maret lalu sehingga perekonomian langsung terkontraksi. Pada kuartal II-2020, perekonomian terkontraksi hingga minus 5,32%.

"Indonesia melakukan PSBB terutama pada awal terjadinya covid yaitu pada Maret, April, Mei maka kita melihat dampak sosial ekonomi langsung signifikan. Perekonomian kita pada kuartal II mengalami kontraksi yang cukup dalam," kata dia.

Kontraksi yang dalam ini terjadi karena saat PSBB diterapkan semua aktivitas perekonomian terhenti. Bahkan terjadi PHK besar-besaran di berbagai perusahaan karena tidak adanya kegiatan produksi.

"Pertumbuhan negatif ini menggambarkan aktivitas ekonomi baik dari sisi permintaan apakah itu konsumsi, investasi, ekspor bahkan kegiatan pemerintah mengalami penurunan dan dr sisi produksi apakah itu sektor pertanian, perdagangan, manufaktur, transportasi, jasa keuangan, semuanya juga mengalami penurunan yang sangat tajam," jelasnya.

"Jadi covid-19 memberikan dampak luar biasa dari sisi sosial, dimana kemiskinan dan juga munculkan pemutusan hubungan kerja."



[Gambas:Video CNBC]

(dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading