Kapan Blok Cepu Bisa Produksi 235 Ribu BPD? Ini Jawaban Exxon

News - Anisatul Umah, CNBC Indonesia
04 September 2020 16:09
FILE PHOTO: An airplane comes in for a landing above an Exxon sign at a gas station in the Chicago suburb of Norridge, Illinois, U.S., October 27, 2016. REUTERS/Jim Young/File Photo                           GLOBAL BUSINESS WEEK AHEAD

Jakarta, CNBC Indonesia - Produksi minyak Lapangan Banyu Urip, Blok Cepu di Jawa Timur yang dioperasikan Exxon Mobil Cepu Ltd terus didorong agar bisa mencapai 235.000 barel per hari (bph).

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyebut Exxon Mobil Cepu Ltd, unit usaha Exxon Mobil Indonesia, saat ini telah mencatatkan produksi sekitar 228.000-229.000 bph.

Kemudian kapan Exxon Mobil mampu mencatatkan produksi minyak sampai 235.000 bph?


Vice President Public and Government Affairs, Exxon Mobil Indonesia Azi N. Alam mengatakan Exxon Mobil Indonesia terus melakukan koordinasi dengan SKK Migas dan mengupayakan yang terbaik demi mendorong produksi yang saat ini sudah lebih dari 220.000 bph.

"Kami terus berkoordinasi dengan SKK Migas demi upaya terbaik guna meningkatkan produksi Blok Cepu lebih dari 220.000 bph dengan mengutamakan aspek keselamatan dan keandalan operasi selama masa pandemi Covid-19," paparnya kepada CNBC Indonesia melalui pesan singkat, Jumat, (04/09/2020).

Sementara itu, Deputi Operasi SKK Migas Julius Wiratno mengatakan pihaknya terus melakukan observasi, sembari terus berupaya agar produksi Blok Cepu ini bisa meningkat secara bertahap. Meski terus diupayakan meningkat, namun pihaknya belum bisa memastikan kapan kira-kira produksi dari blok ini bisa mencapai target 235.000 bph.

"Kami observasi terus, pelan-pelan sambil menaikkan produksi bertahap. Belum tahu (kapan bisa capai produksi 235.000 bph) karena itu angka maksimal. Kami parameter operasionalnya supaya tetap aman dan selamat, serta optimal," jelasnya.

Sebelumnya, Julius mengatakan peluang naiknya produksi dari Blok Cepu hingga 235.000 bph ini selain karena sudah disetujuinya izin Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) oleh KLHK, juga dikarenakan sudah dikeluarkannya Persetujuan Layak Operasi (PLO) instalasi untuk tingkatkan produksi oleh Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.

Produksi Lapangan Banyu Urip juga disebut Julius berdampak pada peningkatan lifting bulan Juli kemarin. Pasalnya, ada peningkatan menjadi sekitar 227.000 bph dari sebelumnya 220.000 bph.

Berdasarkan data SKK Migas, selama semester I 2020 produksi minyak dari Blok Cepu rata-rata mencapai 220.279 bph dan lifting minyak mencapai 219.852 bph, lebih tinggi dibandingkan target 220.000 bph. Produksi minyak dari Blok Cepu ini berkontribusi paling besar dalam catatan produksi dan lifting minyak nasional. (*)


[Gambas:Video CNBC]

(wia)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading