Pertamina Proyeksikan Produksi Migas Naik 25,5% di 2024

News - Anisatul Umah, CNBC Indonesia
31 August 2020 20:03
Dok: Pertamina

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Pertamina (Persero) memproyeksikan produksi minyak dan gas akan meningkat sekitar 25,5% pada 2024 menjadi sebesar 910 ribu barel setara minyak (BOEPD) dari tahun 2020 ini ditargetkan mencapai 725 ribu BOEPD.

Adapun target produksi tersebut terdiri dari minyak mentah 380 ribu barel per hari (bph) dan gas sebesar 530 ribu BOEPD pada 2024, naik dari 2020 yang diproyeksikan sebesar 310 ribu bph minyak dan 415 ribu BOEPD gas.

Direktur Utama Pertamina Hulu Energi (PHE) Budiman Parhusip mengatakan produksi minyak perseroan dari tahun ke tahun akan mengalami peningkatan, pada 2021 menjadi sebesar 360 ribu bph, 2022 sebesar 391 ribu bph, dan 2023 sebesar 385 ribu bph.


Menurutnya, produksi minyak pada 2021 dan 2022 cenderung meningkat, karena dampak dari pengambilalihan Blok Rokan di Riau oleh Pertamina dari Chevron Pacific Indonesia.

"Produksi minyak cenderung meningkat di 2021 dan 2022 karena beralihnya Blok Rokan ke Pertamina," paparnya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Komisi VII DPR RI, Senin, (31/08/2020).

Sedangkan untuk produksi gas pada tahun ini ditargetkan sebesar 2.403 juta kaki kubik per hari (MMSCFD), dan diproyeksikan bakal turun pada 2021 menjadi sebesar 2.295 MMSCFD, lalu akan naik lagi pada 2022 menjadi sebesar 2.703 MMSCFD dan 2.850 MMSCFD pada 2023, lalu pada 2024 melonjak ke angka 3.071 MMSCFD.

Adapun untuk lifting minyak Pertamina pada tahun ini ditargetkan sebesar 308 ribu bph, lalu naik menjadi 358 ribu bph pada 2021, 389 ribu bph pada 2022, namun menurun pada 2023 menjadi sebesar 383 ribu bph, dan 378 ribu bph pada 2024.

"Lifting gas jauh lebih kecil oleh karena adanya impurities, sehingga dari produksi gas 2.403 MMSCFD pada tahun ini, tapi lifting gas hanya sekitar 1.868 MMSCFD. Ini karena own-used (digunakan sendiri) 15-20% impurities dan pemakaian di lapangan (untuk produksi minyak)," ucapnya.

Dia pun menuturkan perseroan terus berupaya untuk mempertahankan produksi dengan menjaga produksi dasar (baseline) dan menciptakan siklus kedua (second life cycle of mature fields) termasuk dengan dilakukannya eksplorasi di wilayah yang telah ada. Apabila ada temuan, maka menurutnya, pengembangan akan lebih cepat dan bisa disambungkan dengan fasilitas yang ada.

"Dan kita agresif lakukan pengeboran dan perawatan sumur. Dari sumur eksplorasi tahun ini yang ditargetkan sebanyak 14 sumur, kita sudah selesai 8 sumur eksplorasi di 2020," tuturnya.

Kemudian untuk sumur eksploitasi, lanjutnya, pada tahun ini perseroan menargetkan membor sebanyak 224 sumur. Sampai saat ini perseroan sudah membor 169 sumur eksploitasi.

"Well services juga akan dilakukan, tahun ini ditargetkan 11.500 (sumur). Kita aktif melakukan projek development," tuturnya. (*)


[Gambas:Video CNBC]

(wia)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading