Internasional

Makin Panas! Trump Sindir Wali Kota Gegara Rusuh di Portland

News - Muhammad Iqbal, CNBC Indonesia
30 August 2020 20:40
FILE - In this July 11, 2020, file photo President Donald Trump wears a face mask as he walks down a hallway during a visit to Walter Reed National Military Medical Center in Bethesda, Md. On Tuesday, July 21, Trump professed a newfound respect for the protective face masks he has seldom worn. “Whether you like the mask or not, they have an impact,

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump angkat suara perihal peristiwa bentrokan yang terjadi antara pendemo Black Lives Matter dan pendukung Trump di Portland, Oregon, AS, Sabtu (29/8/2020) waktu setempat. Dalam peristiwa itu, satu orang dilaporkan tewas.

Dalam kicauan di akun Twitter pribadi @realdonaldtrump yang dikutip CNBC Indonesia, Minggu (30/8/2020), Trump menilai bentrokan tidak perlu terjadi apabila pemerintah setempat menyetujui bantuan pemerintah pusat via Garda Nasional.

"Garda Nasional bisa menyelesaikan masalah dalam waktu kurang dari satu jam. Otoritas lokal harus bertindak sebelum terlambat. Masyarakat Portland dan wilayah-wilayah yang dipimpin kader Partai Demokrat muak dengan Schumer (Senator AS Chuck Schumer), Pelosi (Ketua Kongres AS Nancy Pelosi), dan pemimpin lokal mereka. Mereka menginginkan ketertiban hukum," tulis Trump.

Tak ketinggalan, Trump mengkritisi kepemimpinan Wali Kota Portland Ted Wheeler.

"Wheeler tidak kompeten, mirip Sleepy Joe Biden (capres AS dari Partai Demokrat). Ini adalah sesuatu yang tidak diinginkan masyarakat. Mereka menginginkan keamanan dan tidak menginginkan kepolisian dilemahkan," tulis Trump.


Seperti diberitakan, satu orang tewas tertembak mati di Portland, Oregon, AS, Sabtu (29/8/2020) waktu setempat, menyusul bentrokan antara pendemo Black Lives Matter dan pendukung Presiden AS Donald Trump. Demikian laporan Kepolisian Portland seperti dikutip AFP, Minggu (30/8/2020).

Seperti diketahui, Oregon telah menjadi pusat unjuk rasa pendemo Black Lives Matter usai polisi berkulit putih membunuh pria kulit hitam bernama George Floyd di Minnesota pada akhir Mei lalu.



Saat kejadian itu, polisi menyebut ratusan karavan milik pendukung Trump berkumpul di Portland.

"Ada beberapa peristiwa bentrokan antara demonstran dan kubu lainnya. Petugas kami sudah mengintervensi dan melakukan sejumlah penangkapan," tulis Kepolisian Portland dalam kicauannya di media sosial Twitter.

OregonLive melaporkan detik demi detik bentrokan antara kedua kubu, meskipun polisi tidak mengatakan apakah penembakan itu terkait dengan demonstrasi.

Kepolisian Portland kemudian menyampaikan rilis yang mengungkapkan penembakan terjadi di pusat kota sekitar pukul 08.45 malam waktu setempat. Sampai dengan saat ini, penyelidikan terkait pembunuhan itu sedang dilakukan.

"Petugas Kepolisian Portland mendengar suara tembakan dari Souteast 3rd Avenue dan Southwest Alder Street. Mereka kemudian merespons dan menemukan korban tewas dengan luka tembak di dada," tulis Kepolisian Portland.



[Gambas:Video CNBC]

(miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading