Terungkap! Ini Sebabnya Utang Luar Negeri BUMN Menggunung

News - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
28 August 2020 20:17
Ilustrasi Dollar Rupiah

Jakarta, CNBC Indonesia - Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan buka suara terkait posisi utang luar negeri (ULM) Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pada kuartal II-2020.

Pada Juni 2020 total ULN BUMN Indonesia mencapai US$ 58,6 miliar (Rp 874,1 triliun) atau naik 22,9% (yoy) dibanding posisi Juni tahun lalu yang mencapai US$ 47,7 miliar. Kenaikan ULN BUMN RI ini bahkan lebih tinggi dari kenaikan ULN industrinya maupun total ULN swasta.

Bank-bank BUMN mencatatkan kenaikan ULN sebesar 6,6% (yoy) sementara di sektor perbankan sendiri total ULN mengalami penurunan 2,8% (yoy).

Lebih fantastis lagi, kenaikan ULN lembaga non-keuangan BUMN bahkan mencapai dobel digit yaitu sebesar 29,5% (yoy) ketika posisi ULN swasta non lembaga keuangan hanya naik 11,4% (yoy).

Dengan begitu posisi ULN BUMN Indonesia pada Juni 2020 naik 22,9% (yoy). Pada saat yang sama posisi ULN swasta naik 8,2% (yoy).

Direktur Kekayaan Negara Dipisahkan DJKN Kemenkeu Meirijal Nur mengatakan, adanya pertambahan ULN BUMN tersebut bukan atas suruhan pemerintah di tengah pandemi covid-19. Hal tersebut merupakan aksi korporasi biasa.

"Saya tidak melihat pemerintah menyuruh. Itu murni korporasi dan keputusan bisnis biasa," ujarnya dalam diskusi virtual, Jumat (28/8/2020).

Meirijal mengklaim pihaknya belum mengetahui BUMN mana saja yang melakukan pinjaman ULN pada kuartal II-2020 tersebut. Namun, dia meyakini penarikan utang di tengah pandemi covid-19 cukup wajar, mengingat ketidakpastian menghantam perekonomian di Indonesia.

"Saya belum begitu memantau BUMN mana yang alami peningkatan ULN. Saya kira itu sebagai satu entitas bisnis ketika mengalami kesulitan keuangan, apakah masalah likuiditas atau butuh cashflow, normal dia mencari tambahan dengan leveraging," jelasnya.

Perusahaan BUMN yang mengajukan utang tambahan ke luar negeri pun, kata Meirijal tentu memiliki kapasitas yang memadai. Sehingga dipercaya mendapat pendanaan dari lembaga internasional di luar negeri.

"Saya yakin lembaga internasional pun saat ACC [menyetujui] permohonan pengajuan, melihat kapasitas BUMN. Tidak mungkin lembaga internasional kasih pinjaman ke perusahaan yang kondisi keuangan tidak mampu cicil," tuturnya.

Posisi utang luar negeri (ULN) Badan Usaha Milik Negeri (BUMN) RI pada kuartal kedua tahun ini masih mencatatkan pertumbuhan yang signifikan meski ekonomi domestik tengah didera pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

Pada Juni 2020 total ULN BUMN Indonesia mencapai US$ 58,6 miliar (Rp 874,1 triliun) atau naik 22,9% (yoy) dibanding posisi Juni tahun lalu yang mencapai US$ 47,7 miliar. Kenaikan ULN BUMN RI ini bahkan lebih tinggi dari kenaikan ULN industrinya maupun total ULN swasta.



[Gambas:Video CNBC]

(dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading