Prabowo Komandoi Food Estate, Mentan: Saya di Lapangan!

News - Muhammad Choirul Anwar, CNBC Indonesia
27 August 2020 09:20
Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menghadiri rapat kerja bersama Komisi IV DPR RI, Selasa (7/7) dengan menggunakan kalung antivirus corona. (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto, ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mengkomandoi proyek lumbung pangan alias food estate. Di sisi lain, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) berkukuh tetap akan di lapangan dalam proyek lumbung pangan tersebut.

"Jadi food estate itu, siapa pun yang di sana, Kementan akan berada di lapangan. Kami akan pasang tenda. Boleh orang lain bicara, tapi saya di lapangan," kata SYL di sela rapat bersama Komisi IV DPR RI, Rabu (26/8/20).

Kendati begitu, dia juga menggarisbawahi pemisahan penggunaan anggaran dalam proyek tersebut. SYL bilang, jika ia yang mengerjakan, maka anggaran yang digunakan haruslah dari Kementan.


"Di forum ini harus saya bilang bahwa kalau saya yang kerja, anggarannya dari saya. Kalau anggaran dari kamu saya nggak mau tanggung jawab, maafkan saya bapak. biar kita jelas. Ini sama dengan food estate di Humbang (Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara)," tegas mantan Gubernur Sulawesi Selatan ini.

Dia menegaskan tetap akan bertanggung jawab dengan penggunaan anggarannya. Ia juga siap memantau terus kinerja dirjen yang ditugaskan untuk proyek tersebut.

"Insya Allah saya janji tidak bermain-main bapak, insya Allah saya dengan dirjen saya juga seperti itu," bebernya.

Salah satu konsep yang bakal diterapkan dalam proyek lumbung pangan adalah smart farming. Dia juga angkat bicara mengenai hal tersebut.

"Smart farming yang memang sesuai dengan keputusan yang ada, harus disikapi di Kalimantan, Sumatera, pada daerah-daerah defisit," imbuhnya.

Dia mengaku siap bekerja dengan konsep tersebut untuk menggarap food estate di Kalimantan dan Sumatera. Namun, terkait rencana di lokasi lain, dia cenderung menolak terlibat lebih jauh.

"Kelihatannya khusus untuk Papua, Kementan akan berada di belakang. Tapi di Kalteng dan Sumatera saya di depan."

"Di sana [Papua] boleh kami menjadi asistensi saja, kurang lebih seperti itu. Walaupun kegiatan reguler di sana sepenuhnya kami maksimalkan, tapi program-program yang bersifat khusus, mungkin khusus di daerah yang lain ini, selain Sumatera kita minta dibagikan supaya ada konsentrasi," urainya.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading