Internasional

AS Dilanda Kerusuhan, Ke Mana Presiden Donald Trump?

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
26 August 2020 14:50
Unjuk rasa gerakan Black Lives Matter terkait dengan insiden penembakan masyarakat kulit hitam oleh polisi di beberapa negara bagian di Amerika Serikat kembali memanas. AP/Morry Gash

Jakarta, CNCB Indonesia - Amerika Serikat (AS) kembali dilanda protes berujung bentrok dan kerusuhan. Di wilayah Wisconsin misalnya massa membakar gedung-gedung dan pasukan Garda Nasional disiagakan.

Bahkan Gubernur Wisconsin mencanangkan status darurat ke negara bagian itu. Jam malam berlaku mulai pukul 20.00 WIB dan pasukan Garda Nasional disiagakan hingga 250 orang.

Kerusuhan terjadi karena penembakkan yang kembali dilakukan polisi AS ke warga kulit hitam. Seorang pria Afro-Amerika berumur 29 tahun, Jacob Blake, ditembak di area perumahan kota Kenosha.

Padahal saat itu, ia tidak memegang senjata. Ia ditembak seorang dari tiga polisi yang mendekatinya, saat dirinya hendak masuk ke mobil setelah melerai perkelahian dua orang wanita.

Rekaman penembakan pria tersebut tersebar di media sosial. Fakta miris lain, yakni bahwa ia ditembak di siang hari dan di depan tiga putranya berumur 3,5, dan 8 tahun membuat banyak netizen AS marah.

Sejumlah warga turun ke jalan sejak Minggu (23/8/2020) hingga Selasa (25/8/2020). Sebelumnya kematian warga kulit hitam lain George Floyd di Minneapolis, Minnesota Mei lalu juga menimbulkan kemarahan warga AS.

Bukan cuma Wisconsin, kerusuhan juga menyebar di sejumlah area lain di AS seperti Portland di Oregon, Seattle dan Minneapolis. Di New York demonstrasi memenuhi Jembatan Brooklyn.

Lalu apa komentar Presiden AS Donald Trump soal ini?

Dalam Twitternya, ia mencuit bahwa "Gubernur harus melibatkan Garda Nasional di Winconsin". "Cepat selesaikan," tegasnya dalam akun @realDonaldTrump itu, sebagaimana dikutip Rabu (26/8/2020).

Ia juga meminta semua pihak menyetop memanggil pendemo anarkis dengan sebutan "pendemo damai". Donald Trump sendiri diagendakan melakukan konvensi dengan Partai Republik hingga Kamis (27/8/2020).


Sementara lawan dalam dalam Pemilu AS, Joe Biden meminta investigasi dilakukan.



[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading