Benarkah RI Mulai Bisa 'Jinakkan' Corona?

News - Hidayat Setiaji, CNBC Indonesia
25 August 2020 15:37
Sebanyak 150 orang pedagang pasar tradisional menjalani Swab COVID-19 yang dilakukan oleh puskesmas Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat. 17/6/20. CNBC Indonesia/Tri Susilo

Swab COVID-19  dilaksanakan oleh pihak Puskesmas Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat pada Rabu (17/6/2020) mulai pukul 08.00 hingga selesai. Seluruh petugas medis yang melaksanakan Swab test juga dibekali alat pelindung diri (APD) lengkap.

Namun bukan berarti Indonesia boleh lengah. Pasalnya, virus corona masih menyebar dan rantai penularan belum terputus.

Salah satu indikator yang bisa digunakan untuk mengukur penularan adalah tingkat reproduksi (Rt). Jika angka Rt masih di atas 1, artinya seorang pasien positif corona berisiko menulari orang lain. Oleh karena itu, Rt harus ditekan di bawah 1.

Mengutip data Bonza per 25 Agustus pukul 12:15 WIB, rata-rata Rt di seluruh provinsi adalah 1. Naik dibandingkan sepekan sebelumnya yang sebesar 0,99.


Ketika rantai penularan belum terputus, maka kasus-kasus baru akan terus bermunculan. Apabila jumlah pasien baru bertambah lebih banyak ketimbang yang sembuh, maka kasus aktif corona di Tanah Air bisa naik lagi. Jika kasus aktif naik, maka beban fasilitas kesehatan akan semakin berat.

Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) boleh saja sudah dikendurkan. Masyarakat boleh saja sudah bisa beraktivitas lagi. Namun yang namanya protokol kesehatan jangan sampai terlupa. Tanpa masyarakat yang patuh protokol kesehatan (pakai masker, jaga jarak, cuci tangan), maka virus corona akan sangat mudah menular.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(aji/aji)
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading