Prabowo 'Rayu' Qatar Gunakan Senjata Made in Indonesia

News - Muhammad Iqbal, CNBC Indonesia
25 August 2020 10:23
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menerima kunjungan kehormatan Duta Besar (Dubes) Qatar untuk Indonesia H.E. Ms. Fawziya Edrees Salman Al-Sulaiti, Senin (24/8) di kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta. (Dok: Tangkapan layar Twitter Kemhan RI)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Pertahanan Republik Indonesia Prabowo Subianto menerima kunjungan kehormatan Duta Besar (Dubes) Qatar untuk Indonesia Fawziya Edrees Salman Al-Sulaiti di kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, Senin (24/8/2020).

Saat menerima Dubes Qatar, Prabowo didampingi oleh Sekretaris Jenderal Kemhan RI Marsdya TNI Donny Ermawan Taufanto dan Direktur Jenderal Strategi Pertahanan Kemhan Mayjen TNI Rodon Pedrason.



"Kunjungan Dubes Qatar kali ini merupakan kunjungan pertama kalinya kepada Menhan RI, sekaligus menjadi kesempatan untuk memperkenalkan diri sehubungan dengan tugas yang baru diembannya selama dua bulan di Indonesia," tulis Kemhan RI.

"Dubes Qatar untuk Indonesia juga menyampaikan harapannya, kerja sama bilateral Indonesia dan Qatar khususnya di bidang pertahanan yang sudah terjalin erat kedepan dapat terus ditingkatkan."


Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menerima kunjungan kehormatan Duta Besar (Dubes) Qatar untuk Indonesia H.E. Ms. Fawziya Edrees Salman Al-Sulaiti, Senin (24/8) di kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta. (Dok: Tangkapan layar Twitter Kemhan RI)Foto: Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menerima kunjungan kehormatan Duta Besar (Dubes) Qatar untuk Indonesia H.E. Ms. Fawziya Edrees Salman Al-Sulaiti, Senin (24/8) di kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta. (Dok: Tangkapan layar Twitter Kemhan RI)



Saat dikonfirmasi perihal pertemuan itu, Juru Bicara Menhan RI Dahnil Anzar Simanjuntak mengungkapkan Pemerintah RI berharap Qatar bisa menggunakan alat utama sistem persenjataan (alutsista) produksi industri pertahanan dalam negeri.

"Iya, salah satunya tentu kita ingin Qatar bisa menggunakan alutsista produksi Industri pertahanan kita, seperti yang diproduksi Pindad," ujar Dahnil via pesan singkat kepada CNBC Indonesia, Selasa (25/8/2020).


Ketika ditanya apakah ke depan akan ada tindak lanjut dalam bentuk MoU antara kedua negara, Dahnil belum bersedia memberikan keterangan.

Hubungan bilateral antara Qatar dan Indonesia telah terjalin sejak 1976. Pada 1996, Kedutaan Besar Qatar untuk Indonesia di Jakarta resmi dibuka. Tiga tahun berselang giliran Kedutaan Besar RI untuk Qatar dibuka di Doha.


[Gambas:Video CNBC]

(miq/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading