Erick Thohir Masih Tinjau Buka Turis Asing Masuk RI

News - Linda Hasibuan, CNBC Indonesia
15 August 2020 19:24
Penandatanganan Akta Jual Beli Holding RS BUMN Tahap II yang diselenggarakan Jumat, 7 Agustus 2020 pagi di Synergy Lounge, Kementerian BUMN. Ist

Jakarta, CNBC Indonesia - Ketua Pelaksana Satgas Covid-19 yang juga Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengungkapkan bahwa akan membatasi turis yang akan melakukan wisata. Indonesia berencana membuka pintu pariwisata bagi turis asing pada 11 September nanti di Bali.

Melihat situasi terkini terhadap penyebaran COVID-19, pembukaan pariwisata internasional ini akan dilakukan secara hati-hati dan bertahap. Erick mengatakan akan melakukan koordinasi yang tepat agar tidak terjadi kesalahan.

"Tapi kita lihat yang tepat dan kita enggak mau Indonesia yang sudah sehat dibuat lalu dibuka terjadi klaster baru. Untuk sementara wisata asing masih ditinjau. Apalagi kita tahu imunisasi masih di buka tahun depan," ujar Erick Thohir saat meeting Zoom saat acara Optimis Bangkit dari Pandemi: Kesehatan Pulih, Ekonomi Bangkit, Sabtu (15/8/2020).


Dia menambahkan bahwa akan melakukan gas-rem kedatangan wisatawan asing. Bahkan hal ini juga sudah dibahas oleh beberapa menteri.

Langkahnya tersebut bukan berarti membatasi turis asing atau anti asing melainkan untuk mewujudkan program Indonesia sehat dari Covid-19.

Selain itu wisatawan asing yang diperbolehkan berlibur juga harus menjalankan prosedur protokol kesehatan yang tepat. Ini agar kasus Covid-19 tidak semakin bertambah banyak.

"Kita enggak mau ulang dari titik nol karena ada klaster baru. Ini prinsip gas dan rem. Harus koordinasikan di waktu yang tepat. Boleh berwisata tapi protokol harus dijalankan," ungkapnya.

Bali dibuka untuk wisata turis asing mulai 11 September 2020.

"New normal di Bali akan dimulai tanggal 9 Juli untuk masyarakat lokal saja dulu. Untuk wisatawan domestik akan dibuka tanggal 31 Juli, dan untuk wisata mancanegara akan dibuka tanggal 11 September," kata Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati kepada CNBC Indonesia dikutip Selasa (7/7).


[Gambas:Video CNBC]

(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading