Jokowi Ultimatum Ekonomi Kuartal III Jangan Minus

News - Monica Wareza, CNBC Indonesia
07 August 2020 18:10
Jokowi Kunjungan ke Jawa Timur. Dok:  Biro Pers Sekretariat Presiden

Jakarta, CNBC Indonesia - Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal kedua 2020 lalu mengalami kontraksi 5,32% dibandingkan pada kuartal II-2019 lalu (year on year). Sementara Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan secara kuartalan atau dari Kuartal I-2020 ke Kuartal II-2020 ekonomi Indonesia terkontraksi -4,19% (QtQ).

Menanggapi hal ini, Presiden Joko Widodo getol meminta menteri-menteri untuk bekerja keras mendorong pertumbuhan ekonomi di kuartal ketiga ini agar Indonesia tak mengalami resesi.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sekaligus Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Erick Thohir mengatakan Presiden secara langsung menyampaikan ekonomi kuartal ketiga harus bisa bangkit, paling tidak menjadi tak minus lagi dibanding kuartal sebelumnya.


"Pak Presiden sangat mengharapkan tadi bersama-sama baik di komite, pemerintah daerah, kementerian ya kalau bisa kita di kuartal ketiga ini bounceback-lah, jangan minus lagi," kata Erick dalam di acara Kumparan To The Point, Jumat (7/8/2020).

Berbagai upaya dilakukan pemerintah untuk mendorong perekonomian kembali tumbuh positif, yang paling penting adalah realisasi belanja kementerian dan lembaga, mulai dari pemerintah pusat, kementerian hingga pemerintah daerah.

"Nah selama ini kan jadi sorotan Pak Presiden sendiri itu yang masih menjadi kendala. Ini Pak Presiden, para menko, bukan saya, saya kan komite, untuk memastikan penyerapan anggaran berjalan dengan baik," terangnya.

Selain belanja kementerian dan lembaga, kata Erick, pemerintah juga memberikan sejumlah stimulus bagi seluruh kalangan masyarakat. Mulai dari bansos dari yang sudah menjadi program Kementerian Sosial dan Kementerian Desa.

Pemerintah juga akan memberikan subsidi gaji kepada pekerja dengan gaji di bawah Rp 5 juta dengan alokasi Rp 33,1 triliun dan sedang mempersiapkan dana hibah untuk UMKM senilai Rp 28,8 juta.

"Ya minimal itu, tapi kan masalahnya bagaimana kecepatan sekarang dari semua pihak harus berani penyerapan anggaran ini terjadi," tandasnya.


[Gambas:Video CNBC]

(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading