ICP Juli 2020

Gara-Gara Vaksin Corona, Harga Minyak RI Lompat 10%

News - Anisatul Umah, CNBC Indonesia
06 August 2020 19:46
FILE PHOTO: Oil pours out of a spout from Edwin Drake's original 1859 well that launched the modern petroleum industry at the Drake Well Museum and Park in Titusville, Pennsylvania U.S., October 5, 2017. REUTERS/Brendan McDermid/File Photo

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) Bulan Juli 2020 naik 10,8% atau US$ 3,96 per barel dibandingkan dengan ICP pada bulan Juni US$ 36,68 per barel. Kenaikan ICP ini dampak dari respon positif pasar atas perkembangan pembuatan vaksin Covid-19.

ICP Bulan Juli 2020 ditetapkan dalam Kepmen ESDM Nomor 147 K/12/MEM/2020 yang ditandatangani Menteri ESDM Arifin Tasrif tanggal 5 Agustus 2020. Peningkatan harga juga dialami ICP SLC yang mencapai US$ 42,23 per barel, naik US$ 3,19 per barel dari US$ 39,04 per barel pada Juni 2020.

Pulihnya aktivitas ekonomi di beberapa negara akibat pelonggaran lockdown dan adanya stimulus ekonomi di Eropa juga mendorong naiknya harga minyak.


"IEA (International Energy Agency) melalui laporan bulan Juli 2020, menyampaikan pasokan minyak mentah global di bulan Juni 2020 turun sebesar 2,4 juta bopd menjadi 86,9 juta bopd yang merupakan level terendah dalam sembilan tahun terakhir. Penurunan ini antara lain disebabkan oleh tingkat kepatuhan OPEC+ yang mencapai 108% serta penurunan produksi dari AS dan Kanada," demikian dikemukakan Tim Harga Minyak Indonesia.

OPEC melalui laporan bulan Juli 2020, menyampaikan beberapa hal, di antaranya, pertama, proyeksi permintaan minyak mentah global tahun 2020 sebesar 90,72 juta bopd, naik 0,13 juta bopd dibandingkan proyeksi bulan sebelumnya.

Kedua, proyeksi produksi minyak mentah non-OPEC di tahun 2020 sebesar 61,80 juta bopd, turun 0,04 juta bopd dibandingkan proyeksi bulan sebelumnya. Ketiga, produksi minyak mentah OPEC di bulan Juni 2020 turun sebesar 1,89 juta bopd menjadi sebesar 22,27 juta bopd dibandingkan produksi bulan sebelumnya.

Energy Information Administration (EIA) melaporkan penurunan stok minyak mentah dan gasoline AS pada bulan Juli 2020 dibandingkan bulan Juni 2020. Stok minyak mentah AS turun sebesar 7,5 juta barel menjadi sebesar 526 juta barel. Stok produk gasoline AS turun sebesar 9,1 juta barel menjadi sebesar 247,4 juta barel.

"Dimulainya driving season di AS dan mulai pulihnya penerbangan domestik di beberapa negara sehingga meningkatkan permintaan produk minyak mentah," jelas Tim Harga.

Sementara untuk kawasan Asia Pasifik, peningkatan harga minyak mentah juga dipengaruhi oleh meningkatnya tingkat pengolahan kilang di China dan Korea Selatan.

Selengkapnya perkembangan harga rata-rata minyak mentah utama di pasar internasional pada bulan Juli 2020 dibandingkan Juni 2020, sebagai berikut:

- Dated Brent naik sebesar US$ 3,28 per barel dari US$ 40,07 per barel menjadi US$ 43,35 per barel.
- WTI (Nymex) naik sebesar US$ 2,46 per barel dari US$v38,31 per barel menjadi US$ 40,77 per barel.
- Basket OPEC naik sebesar US$ 6,41 per barel dari US$ 37,05 per barel menjadi US$ 43,46 per barel.
- Brent (ICE) naik sebesar US$ 2,45 per barel dari US$ 40,77 per barel menjadi US$ 43,22 per barel.


[Gambas:Video CNBC]

(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading