Tugasnya Berat & Serius, Erick Thohir Akui Mulai Stres

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
06 August 2020 17:08
Menteri BUMN Erick Thohir (CNBC Indonesia/Monica Wareza)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengakui dirinya saat ini mulai stres dengan banyaknya pekerjaan yang harus dilakukannya. Bahkan dia harus merelakan waktunya Sabtu dan Minggu untuk menyelesaikan pekerjaan-pekerjaannya ini.

Hal ini terjadi setelah Erick didapuk oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) beberapa waktu lalu.

"Sejak awal dengan kerjaan di BUMN dan ada tambahan tugas ini kan jadi sesuatu yang berat. Tadi kan saya jawab secara jujur stres, kenapa ya kita harus escalate atau menambah lagi daya dobrak kita, jumlah jam kerja kita, apalagi tadi yang didasari oleh Presiden 267 juta rakyat tergantung pada kita-kita," kata Erick dalam program "Mata Najwa" yang disiarkan Trans7, Rabu (5/8/2020) malam.


Diakuinya, dalam waktu sibuknya ini, dia tetap pulang ke rumah jika tidak mau dipanggil 'om' oleh keluarganya. "Tapi Sabtu-Minggu pun sekarang kemakan," imbuhnya.

Menurut dia, hal ini tetap harus dilakukan karena menyangkut hajat hidup masyarakat Indonesia yang sangat bergantung kepada pemerintah. Selain itu dia juga tidak bekerja sendiri tapi dibantu dengan menteri-menteri terkait lainnya dan kepala daerah.

Namun demikian, Erick memaklumi banyaknya tuntutan pekerjaan yang dijalaninya saat ini mengingat Presiden Joko Widodo juga dikenal sebagai sosok yang gila kerja. Dia bercerita, pernah mendapatkan telepon dari Presiden pukul 22.30 malam untuk berdiskusi.

Sebelumnya Erick mengakui tugas sebagai Ketua Pelaksana Pencegahan Covid-19 sangat berat dan sangat serius.

"Memang telat karena tugasnya mulai kebanyakan. Saya dapat tugas sebagai Ketua Pelaksana Pencegahan Covid-19 dan pemulihan ekonomi bersama Pak Wamen [Wakil Menteri] saya, Pak Budi [Budi Gunadi Sadikin]," kata Erick dalam Millennial Innovation Summit 2020 secara virtual, Kamis (30/7/2020).

Dia mengungkapkan, saat ini dia harus bisa membuat terobosan-terobosan untuk bisa terus mengurangi penyebaran Covid-19 sambil membantu perekonomian Indonesia terus bangkit karena pandemi ini.

"Ini tugas sangat berat dan tentu kita jalani dengan serius karena ini bagian terpenting, bagaimana kita sebagai bangsa breakthrough pemulihan Covid-19 dan pemulihan ekonomi," lanjutnya.

Namun demikian, Erick mengatakan dalam upaya melakukan pemulihan ekonomi ini pemerintah membutuhkan dukungan dari masyarakat dan pihak-pihak lainnya. Untuk itu masyarakat diharapkan tidak abai dengan terus menerapkan protokol-protokol Covid-19 dalam berkegiatan.

Pemerintah baru saja menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) No 82/2020. Dalam aturan ini, dibentuk komite yang meliputi Komite Kebijakan, Satuan Tugas Penanganan Covid-19, dan Satuan Tugas Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Nasional.

Komite Kebijakan dipimpin oleh Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Airlangga Hartarto. Sementara Ketua Pelaksana dijabat oleh Menteri BUMN Erick Thohir.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading