Sadis! Maskapai Jerman Lufthansa Rugi Rp 24 T dalam 3 Bulan

News - suhendra, CNBC Indonesia
06 August 2020 14:03
An aircraft of German air carrier Lufthansa flies beyond the A-Plus terminal section at the Fraport airport in Frankfurt, Germany September 28, 2012.  REUTERS/Lisi Niesner/File Photo

Jakarta, CNBC Indonesia - PandemiĀ virus corona (Covid-19) menghantam industri penerbangan dunia. Maskapai penerbangan raksasa asal Jerman, Lufthansa, mengalami kerugian 1,5 miliar euro (US$ 1,7 miliar) atau sekitar Rp 24,6 triliun sepanjang kuartal II-2020.

Sepanjang periode tersebut, Lufthansa, mengangkut 1,7 juta penumpang. Angka ini jatuh 96% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebelum terjadi pandemi. Pada kuartal II-2020, Lufthansa, masih untung 754 juta euro.

Lufthansa memperkirakan, jumlah penumpang pesawat bisa kembali normal seperti sebelum pandemi, pada 2024. Perusahaan ini juga memperkirakan bakal rugi sepanjang sisa tahun ini.

Grup Lufthansa telah menerima suntikan modal (bailout) dari pemerintah Jerman sebesar 9 miliar euro. Bantuan ini membuat likuiditas Lufthansa saat ini berjumlah 11,8 miliar euro.


Meski begitu, Lufthansa tetap berencana memangkas 22 ribu pegawainya.

Dilansir dari AFP, Kamis (6/8/2020), pendapatan Lufthansa secara grup anjlok 80% di kuartal II-2020 menjadi 1,9 miliar euro. Pada periode yang sama tahun lalu, pendapatan Lufthansa masih mencapai 9,5 miliar euro.

Perusahaan ini berencana untuk mengurangi 100 pesawatnya secara permanen, termasuk pengurangan armada Airbus A380s dan Boeing 747s.

Lufthansa mengatakan telah membayar ganti rugi 2 miliar euro kepada calon penumpang, karena pembatalan penerbangan.



[Gambas:Video CNBC]

(wed/wed)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading