Waspadai Penyebaran Corona di 22 Provinsi Ini!

News - Hidayat Setiaji, CNBC Indonesia
01 August 2020 15:54
Petugas pengelolaan limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup (DLH) membawa limbah medis warga yang akan dipilah di Cengkareng, Jakarta Barat, Kamis (30/7/20). (CNBC Indonesia/Tri Susilo) 

Pandemi Covid-19 membuat limbah medis atau infeksius di DKI Jakarta meningkat.

Kasie Pengelolaan Limbah BE Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta Rosa Ambarsari, mengatakan, pada Juli 2020 atau periode kedua saat Covid-19 mewabah, DLH DKI telah memproses 206,76 kilogram limbah medis warga yang terkumpul dari lima wilayah Jakarta.

Berdasarkan data, Jakarta Selatan menjadi wilayah dengan penyumbang limbah medis tertinggi di Ibu Kota.   

Rinciannya, 85 kilogram limbah B3 dari Jakarta Selatan, 46,75 kilogram dari Jakarta Barat, 42 kilogram dari Jakarta Timur, 21 kilogram dari Jakarta Utara, dan 12 kilogram dari Jakarta Pusat.   

Pemprov DKI menggandeng pihak ketiga untuk mengolah sampah yang berpotensi masuk dalam kategori limbah bahan beracun berbahaya (limbah B3) itu.

Jakarta, CNBC Indonesia - Penyebaran virus corona (Coronavirus Disease-2019/Covid-19) di Indonesia cukup mengkhawatirkan. Penularan di level provinsi patut diperhatikan karena ada tren kenaikan.

Satuan Tugas Penanganan Covid-19 melaporkan, jumlah pasien positif corona per 31 Juli 2020 adalah 108.376 orang. Bertambah 2.040 orang (1,92%) dibandingkan sehari sebelumnya.

Dalam 14 hari terakhir (18-31 Juli), rata-rata pasien baru bertambah 1.803,29 orang per hari. Melonjak dibandingkan 14 hari sebelumnya (4-17 Juli) yaitu 1.602,5 orang per hari. Oleh karena itu, kurva kasus corona di Indonesia semakin terjal, bukannya melandai.


Hal yang agak mengkhawatirkan adalah penyebaran di tingkat provinsi meningkat. Dari 34 provinsi, 22 di antaranya memiliki tingkat reproduksi (Rt) virus corona lebih dari 1. Artinya, seorang pasien positif corona masih berisiko menulari orang lain sehingga memperpanjang rantai penularan.

Rata-rata Rt corona pada 1 Agustus di seluruh provinsi juga di atas 1, tepatnya 1,17. Naik dibandingkan 29 Juli yaitu 0,98. Jadi tidak heran terjadi lonjakan kasus, karena penyebaran virus yang bermula dari Kota Wuhan, Provinsi Hubei Republik Rakyat China ini semakin luas.

Waspada, Penularan Masih Terjadi!
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading