Senilai US$ 1,8 M, Ini Deretan Pemberi Pinjaman Untuk RI

News - Lidya Julita Sembiring, CNBC Indonesia
24 July 2020 15:08
Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko, Luky Alfirman (CNBC Indonesia/Lidya Julita S)

Jakarta, CNBC Indonesia - Posisi utang pemerintah saat ini terus bertambah seiring dengan meningkatkan kebutuhan pembiayaan akibat pandemi Covid-19. Oleh karenanya, berbagai strategi pembiayaan utang ini terus dilakukan pemerintah.

Untuk pembiayaan melalui utang, Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat telah melakukan penarikan pinjaman baik multilateral dan bilateral dengan total US$ 1,8 miliar hingga 31 Mei 2020. Total pinjaman ini sekitar Rp 27 triliun (kurs Rp 15.000/US$).

"Untuk di semester I-2020 kita sudah meraih (pinjaman luar negeri) US$ 1,8 miliar," ujar Luky melalui diskusi virtual, Jumat (24/7/2020).


Penarikan pinjaman luar negeri ini didapatkan pemerintah dari lima lembaga luar negeri seperti Asian Development Bank (ADB), Badan Pembangunan Perancis (AFD), Bank Pembangunan Jerman (KfW), dan Japan International Cooperation Agency (JICA) serta World Bank (WB).

Dari data DJPPR Kemenkeu, berikut rincian negara yang memberikan pinjaman ke RI:


1. World Bank US$ 300 juta
2. ADB € 462 juta
3. KfW € 500 juta
4. AFD € 100 juta
5. JICA ¥ 31.800 juta.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, untuk membiayai anggaran pada masa pandemi ini, pertama pemerintah akan menggunakan pos non utang seperti dana yang ada di BLU dan kas negara. Setelah non utang tidak mencukupi maka pinjaman menjadi pilihan selanjutnya.

"Setelah memaksimalkan pembiayaan non utang, Pemerintah juga menggali alternatif pembiayaan utang yang fleksibel dari sisi pinjaman maupun SBN," kata dia.



Saat ini, posisi utang pemerintah mencapai Rp 5.264,07 triliun hingga akhir Juni 2020. Utang ini naik Rp 694,07 triliun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat Rp 4.570 triliun.

Sedangkan, dibandingkan bulan sebelumnya utang pemerintah ini hanya naik tipis sebesar Rp 5,5 triliun yang tercatat sebesar Rp 5.258,57 triliun.


[Gambas:Video CNBC]

(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading