Dikomandoi Prabowo, Ini Mewahnya Rencana Lumbung Pangan RI

News - Muhammad Choirul, CNBC Indonesia
10 July 2020 20:52
Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Sakti Wahyu Trenggono  (Dok. Twitter @saktitrenggono)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunjuk Kementerian Pertahanan (Kemenhan) di bawah Menteri Pertahanan Prabowo Subianto untuk menggarap food estate. Wakil Mengeri Pertahanan Sakti Wahyu Trenggono menjelaskan betapa megahnya rencana yang telah disusun.

Sebagai langkah awal, dia mengaku bakal membentuk badan khusus yang bakal mengerjakan proyek ini. Badan itu bernama badan cadangan logistik strategis yang akan menjadi bagian dari Kemenhan.

"Kita sudah mengajukan surat ke Pak Menpan RB. Nanti badan itu yang akan menangani. Kepala project-nya. Setelah itu kemudian dia yang mengawasi, dia yang menjaga. Pokoknya setiap tahun dia harus produksi terus itu," ujarnya dalam sebuah wawancara khusus bersama CNBC Indonesia, Jumat (10/7/20).


Nantinya, pihaknya juga melibatkan militer dalam proyek ini. Para tentara diterjunkan untuk menggarap lumbung pangan ini.

"Tentara dilibatkan untuk bekerja. Bekerja dan menjaga. Kan dia memang defense. Kalau PUPR kita libatkan untuk membangun infrastrukturnya. Bapak PUPR sudah siap mendukungnya. Offtaker nya BUMN juga kita kasih," tandasnya.

Untuk penyiapan lahan, pihaknya juga berkoordinasi dengan KLHK dan Kementerian ATR/BPN. Adapun Kementerian Pertanian, juga bakal terlibat khusus dalam hal observasi pembibitan, pupuk, hingga pengolahan tanah.

Singkong bakal jadi Komisi andalan food estate ini. Lantas, bagaimana proyeksi proses produksi yang disusun?

"Pekerjanya kan ada tentara. Ada komponen cadangan. Kita rekrut komponen cadangan nanti. Kita kan sudah hitung dan itu perlu mekanisasi. Modern lah, bukan labour intensive," urainya.

Dia menegaskan bahwa food estate ini bakal jadi contoh pertanian modern di Indonesia. Memang, menurutnya sulit membayangkan realisasinya ketika proyek ini belum di depan mata. Namun setidaknya ada sejumlah contoh di negara lain.

"Kalau pergi ke New Zealand, itu kan lihatnya ladang gandum, ladang anggur. Itu kan keren-keren. Nah nanti kalau kamu ke Kalimantan ini insya Allah kalau bisa berjalan dengan baik nanti kamu jalan ke suatu tempat itu akan melihat ladang singkong. Wuih keren tapi orangnya nggak ada, ya kan. Jangan lupa di sela-sela itu, karena singkong itu waste-nya itu kan ada bahan ternak dari kulitnya, daunnya."

"Nah sapi harus kita taruh di situ. Kalau per hektar itu ada 10 sapi kalau kita 800 ribu hektare atau 1 juta hektar, udah 10 juta. Itu nggak perlu impor lagi dagingnya," lanjutnya.


[Gambas:Video CNBC]

(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading